Haritanggal waktu 08 00 09 00 kegiatan panitia berkumpul di depan auditorium khahar muzakkir 09 00 09 15 perjalanan ke panti asuhan. PROPOSAL Kunjungan ke Panti Asuhan dalam rangka memaknai Hari Pendidikan Nasional Virginia Feliciana Liempepas Kunjungan ke Panti Asuhan dalam rangka memaknai Hari Pendidikan Nasional A. Kegiatan ini menjelma menjadi sebuah jembatan antara kepedulian kami dan masyarakat terhadap mereka yang membutuhkan terutama pada panti asuhan.
KUNJUNGANKE PANTI ASUHAN . Sebagai salah satu perwujudan niat umat Lingkungan St. Thomas OFM 1 wilayah H Plamongan Indah dalam semangat berbagi dengan sesama, telah mengunjungi Panti Asuhan Bhakti Asih Yayasan Sosial Soegijapranata (YSS), yang berada di jalan dr. Ismangil, Semarang. Panti Asuhan yang dihuni oleh 29 anak ini merupakan
Kunjunganmobil Pusling ini juga diisi dgn berbagai macam kegiatan pembinaan utk menambah wawasan pengetahuan dan Keterampilan Pengurus dan Anak-anak Panti Asuhan Ayo guys selalu dukung visi misi Bapak Gubernur, Wakil Gubernur Sumsel @hermanderu67 untuk mencerdaskan segenap masyarakat di Sumsel.
dandim1701/jayapura bantu evakuasi dua anak panti yang sakit adminpenrem 05/08/2022 2 min read Jayapura - Komandan Kodim 1701/Jayapura Letkol Inf Richard Arnold Y. Sangari, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan ke Panti Asuhan Pembawa Terang, bertempat di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (5/8).
PEKANBARU(RIAUPOS.CO) -- Dalam rangka merayakan hari jadi ke-7, Hotel Dafam Pekanbaru melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Darul Ilmi yang terletak di Jalan Kawasari, Kota Pekanbaru dengan membawa beberapa sembako serta bantuan uang tunai. Penyerahan bantuan tersebut, diserahkan langsung oleh General Manager Hotel Dafam Marsel.
Oleh Khadijah Lubis Suara USU, Medan. HMJ Ikatan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (IMPUS) Universitas Sumatera Utara mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Mutiara Indah Indonesia pada Jumat (11/02) lalu. Kunjungan kasih kali ini merupakan salah satu program kerja Divisi Pengabdian Masyarakat (PEMAS). PEMAS IMPUS Universitas Sumatera Utara sebagai penghimpun dan penyalur rezeki
Komandan Kodim 1701/Jayapura Letkol Inf Richard Arnold Y. Sangari, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan ke Panti Asuhan Pembawa Terang, bertempat di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (5/8). Kunjungan Dandim tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan sembako dan melihat langsung Panti Asuhan Pembawa Terang yang baru pindah ketempat tersebut.
Kegiatanpada saat di panti asuhan sebagai berikut : Ø Memberikan motivasi mengenai meraih kesuksesan. Ø Memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak panti. Ø Menjalin keakraban antar sesama. Ø Saling berbagi ilmu pengetahuan. Di sana saya dan teman-teman IAYC memberikan bimbingan belajar mengenai bagaimana cara bersikap dan berbagi
KUNJUNGANKE PANTI ASUHAN. Hari sabtu tanggal 14 juni 2014, saya dan teman-teman kelas A4-11 berkunjung ke salah satu panti asuhan yang ada di Bantul. Panti asuhan yang sekaligus Pondok Pesanten ini bernama PP Daaru Aytam Baitussalam. Pondol Pesantren ini beralamat di Jl. Parangtritis Km 8,5 Dusun Miri RT 27 Pendowoharjo, Sewon, Bantul.
Kaliini yang menjadi tempat pengabdian ialah Panti Asuhan Ullul Albab, yang berlokasi di Jl. Manukan Karya No. 1 A - 16, Manukan Kulon, Kec. Tandes, Kota Surabaya. Anak-anak di panti ini seluruhnya adalah anak perempuan dan laki-laki dengan usia yang berbeda-beda, baik itu dari yang masih balita hingga yang sudah belia.
jo7gO1. A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang. Sebagai sesama manusia, kita berkewajiban untuk saling membantu, terutama yang nasibnya kurang beruntung dibanding kita. maka dari itu lewat bakti sosial ini, kami mengunjungi panti asuhan dengan tujuan untuk saling berbagi dan saling peduli kepada mereka yang membutuhkan. 2. Tujuan a. Menumbuhkan rasa simpati dan empati serta kepedulian sosial dalam masyarakat. b. Berupaya membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkannya. 3. Tempat & Waktu Pelaksanaan Tempat Panti Asuhan Bina Siwi Komplek Balaidesa Sendangsari Pajangan Bantul Waktu 15 Januari 2014 4. Peserta Semua mahasiswa Bimbingan Konseling kelas 3A – 1 B. HASIL Pada tanggal 15 Januari 2014 saya mengadakan kunjungan ke salah satu panti asuhan di Yogyakarta, tepatnya di Panti Asuhan Bina Siwi. Anak-anak bina siwi berlatar belakang dari keluarga yang tidak dengan orang tua berbeda-beda, penanganan melibatkan pendamping dan kesulitan yang di alami. Permasalahan sosial dipanti asuhan ini terutama yang berhubungan dengan anak bahwa si anak tidak bisa menerima kenyataan dirinya namun si anak tersebut diberi bimbingan agar si anak tidak terus-terusan, sehingga anak tersebut merasa termotivasi namun secara keseluruhan sama. Penanganan abk sendiri terdiri dari PLB, agama, keterampilan. Lembaga ini bersifat swasta dalam bakat sendiri masing-masing anak di modifikasi, sehingga bisa diketahui bakat si anak dengan sebagai cara mengelompokkan sesuai bakat yang dimilikinya. Bentuk pembiayaan sendiri diberikan dana 1 tahun pada hari raya di berikan bantuan berupa beras, dan dana di peroleh melalui ospek kampus-kampus dengan cara mengikut sertakan anak-anak panti dalm pentas seperti menari,menyanyi, dan lain-lain. Sedangkan pelayanan makan, minum dan lain-lain berdasarkan sumbangan/donatur. Jumlah pengasuhnya ada 8 orang. Jumlah anak ada 25 orang, dimana berlatar belakang satu sama lain berbeda-beda. Panti asuhan bina siwi berkerjasama dengan pemerintah desa. Penyakit yang diderita dari masing-masing anak antara lain tunarungu, tunawicara, tunagraita daya fikir kurang, tunadaksa keterbatasan gerak motorik. Bentuk pembelajaran anak yang diterapkan a. Mampu didik bisa belajar, biasanya usia 14-15th b. Mampu latih tunagraita, anak yang tidak mengikuti pendidikan secara akademik IQ antara 25-50 c. Mampu rawat idiot hanya bisa di rawat, tidak bisa dilatih/dididik IQ antara 0-25 Kondisi panti satu-satunya yang mengelola ABK secara mandiri dikembangkan potensi meskipun keterbatasan. Pengelolaan panti swasta secara pendanaan masih terbatas, mendapatkan subsidi dari pemerintah desa, upaya yang dilakukan dalam penambahan dana dilakukan berbagai macam keterampilan misalnya pembuatan telur asin, sovenir, batik, pembuatan kaos. Kondisi di panti bina siwi ini ada berbagai bentuk penanganan berdasarkan IQ-nya IQ 50-75 mampu didik disekolahkan di SLB IQ 25-50 mampu latih indesi/bian diri IQ 0-25 mampu rawat atau idiot tidak disekolahkan misalkanuntuk mandi, makan dan sebagainya masih perlu pendampingan dan komunikasi menggunakan bahasa isyarat. Pembiayaan untuk mencukupi kebutuhan dilakukan berbagai cara yakni bekerjasama dengan pihak rumah sakit jika ada yang sakit. Kegiatan disesuaikan dengan bakat anak ada juga jadwal lain yang digerakkan untuk meningkatkan bakat anak. Jadwal kegiatan yang sering dilakukan yaitu a. Senin mencatat, menulis, berhitung b. Rabu kesenian c. Jum’at agama Pengurus panti yaitu a. Kepala panti asuhan ibu mugiati b. Pengasuh panti asuhan ibu jumilah, pak sugiman, ibu suwanti, mbak rini, dan mbak muslimah. C. PENUTUP / KESIMPULAN Dalam pembahasan ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kita sebagai sesama manusia kita harus saling membantu dan peduli terhadap sesama yang membutuhkan bantuan kita karena diluar sana masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Kepribadian yang matang dan kompetensi yang baik harus dimiliki oleh seorang konselor. Kepribadian yang harus dikembangkan dalam diri konselor yaitu meliputi rasa empati yang tepat, respek yang menunjukkan secara tak langsung bahwa konselor menghargai martabat dan nilai konseli sebagai manusia, pernyataan diri secara bebas dan mendalam tanpa pura-pura, serta aktualisasi diri untuk dapat mengadakan hubungan sosial yang hangat dan intim seca efektif terhadap konseli. Sedangkan untuk kompetensi yang dimiliki oleh seorang konselor yaitu hendaknya seorang konselor berasal dari lulusan S-1 Bimbingan Konseling dan kompetensi professional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan BK yang memandirikan serta melalui pendidikan profesi konselor yang berorientasi pada pengalaman dan kemampuan praktik lapangan dan tamatannya memperoleh sertifikat profesi BK dengan gelar profesi Konselor Kons. Cara pengembangan kepribadian dan kompetensi yang baik dalam menanggani kasus seperti anak berkebutuhan khusus diatas maka dengan memiliki kepribdadian yang matang dan kompetensi yang baik, seorang konselor dapat menanggani masalah tanpa memandang kekurangan dari konseli tersebut. Dengan memiliki keterampilan yang baik maka seorang konselor dapat menempatkan rasa emosionalnya secara tepat dan dapat membantu konseli yang berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan cara mengetahui bakat yang dimiliki masing-masing anak.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Di zaman yang sudah serba modern ini, tentu kita sudah bisa mendapatkan semua yang kita mau dengan mudah. Sebagai contohnya, jika kita ingin mengirim pesan kepada teman yang lokasinya jauh dengan kita, kita dapat dengan mudah mengirim pesan singkat berupa SMS atau melalui beberapa aplikasi canggih yang tersedia di ponsel zaman atau yang sering kita sebut sebagai Globalisasi ini bersifat universal. Contoh lainnya adalah ketika sudah ada makanan siap saji atau yang biasa dikenal dengan fast food marak di seluruh dunia, kebanyakan dari kita akan lebih memilih memakan makanan cepat saji dibandingkan dengan makanan yang dimasak di rumah. Padahal semua mengetahui bahwa makanan cepat saji jauh lebih tidak higienis dibandingkan dengan masakan rumah. Cara hidup masyarakat dunia sekarang sudah mulai berubah mengikuti perkembangan zaman. Tetapi, tidak semua orang mengikuti perkembangan zaman waktu yang lalu, saya dan beberapa teman saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan kegiatan bakti sosial ke satu panti asuhan yang berlokasi di daerah Jakarta Utara. Jujur, ini bukan pertama kalinya saya melakukan kunjungan ke panti asuhan, tetapi kali ini saya merasa berbeda. Pada saat kami turun dari mobil dan masuk ke rumah tersebut, suasananya sangat tenang dan kekeluargaan yang terjalin disana terasa hangat. Tetangga satu dengan yang lainnya saling mengenal dan akrab, hal ini jarang kita lihat di komplek-komplek perumahan elite yang berlokasi di perkotaan. Tidak ada satupun yang memegang ponsel mereka. Kalau dibandingkan dengan saya, tentu perbandingannya sangat jauh. Sejujurnya, saya tidak bisa lepas dari ponsel. Setidaknya, sampai saya mengunjungi panti asuhan ini. Keinginan mereka untuk belajar juga sangatlah besar, hal ini membuat saya malu. Karena saya yang dapat mendapatkan pendidikan dengan layak saja masih malas belajar. Tetapi mereka mengajarkan saya untuk menjalani dan fokus kepada kehidupan nyata’ , bukan kehidupan di dunia maya.’ . Mereka juga mengajarkan saya banyak hal, contohnya bersyukur. Jujur saja, masih banyak diantara kita yang bahkan tidak bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang. Contoh sederhananya adalah kita masih sering membuang makanan yang tidak habis atau makanan sisa. Tetapi, di panti asuhan tersebut semua anak makan dengan lahap dan mereka terlihat bahagia walaupun lauk yang mereka makan tidak se-lezat lauk yang kita saya pergi ke panti asuhan, saya berkesimpulan bahwa kita harus belajar dari anak panti asuhan. Kadang guru yang kita butuhkan itu bukanlah hanya guru yang mengajar di sekolahan atau pendidikan formal lainnya, tetapi sebenarnya guru yang kita butuhkan adalah orang yang lebih tidak beruntung daripada kita. Agar kita sadar dan mau mengoreksi diri. Memfikirkan sejenak posisi kita pada saat keluar dari zona nyaman. Tentu kita harus bersyukur jika nasib kita jauh lebih beruntung daripada mereka, tetapi kita juga tidak boleh lupa untuk melihat kebawah, tidak hanya selalu melihat ada anak yang ditelantarkan oleh orang tua? Mengapa mereka lari dari tanggung jawab sebagai orang tua? Tidakkah mereka merindukan anak kandung mereka sendiri? Lihat Lyfe Selengkapnya
Tepat jam pada hari Minggu, 9 Desember 2018 umat Ligkungan Santa Felisitas 4 berangkat menuju Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata KAMI di Pondok Mitra Lestari Jati asih. Rombongan yang terdiri dari 7 mobil ini berencana untuk mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan sebagian berkat atau rezeki yang sudah umat terima selama ini. Persiapan kegiatan ini dilakukan oleh "The Power of Emak-Emak" yang memang sangat luar biasa, mulai dari penggalangan donasi hingga persiapan bekal atau makanan untuk saat acara. Tiba dilokasi sekitar jam sekitar 26 umat disambut oleh pengurus dan anak-anak yayasan di teras yang sangat luas. Setelah selesai menurunkan semua barang hasil donasi umat lingkungan maupun donasi yang digalang oleh Oma Hanny, kami langsung masuk ke acara yang sudah disusun sebelumnya. Diawali dengan Doa oleh Pak Agus Yudhi dan dilanjutkan perkenalan oleh Ibu Titin yang mewakili Panti Asuhan 'KAMI' dengan mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan donasi atau bantuan ini serta menjelaskan secara singkat kondisi Panti Asuhan 'KAMI'. Saat ini terdiri dari 36 penghuni mulai anak-anak dari usia 5 bulan hingga sampai ada yang kuliah dan bahkan saat ini sudah ada beberapa yang mendapatkan pekerjaan. Mewakili umat Lingkungan Santa Felisitas 4, Pak Kaling menyampaikan kepedulian sosial dari umat semua sebagai saudara, dengan cara berbagi sebagian dari rejeki yang diterima untuk menunjukkan rasa kasih yang diteladankan oleh Tuhan Yesus. Pada kunjungan kali ini secara khusus Oma Hanny mendoakan untuk kesehatah dan kesembuhan beberapa donatur yang sedang sakit, demikian juga Doa untuk tetap bertumbuhnya Panti Asuhan 'KAMI' ini serta Doa untuk kekompakan umat di lingkungan Santa Felisitas 4. Saat penyerahan donasi dan bantuan pun tiba yang diwakili oleh Bu Erna dan Pak Agus menyerahkan secara simbolis ke pihak Panti Asuhan yang dilanjutkan keseruan dari sang MC yaitu Mr Dhani yang sangat menghibur suasana di siang hari tersebut untuk masuk ke acara tambahan yaitu interaktif antara Ibu-ibu dengan anak-anak Panti Asuhan hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul saat jam makan siang tiba. Doa makan tidak lupa didaraskan sebelum dilanjutkan makan siang bersama di ruang terbuka ini, dan saat ini lah kesempatan peserta yang hadir saling bercengkerama dan bertukar cerita dengan anak-anak panti asuhan untuk menambah keakraban. Lagu dan tari-tarian diperagakan oleh anak-anak setelah makan siang, tarian India adalah keahlian dan favorit mereka. Para Ibu ikut bergoyang dan menari dengan penuh semangat bersama-sama dengan mereka dan selama acara berlangsung tampak kegembiraan yang terpancar dari senyum dan tawa anak-anak Panti Asuhan 'KAMI' yang diasuh oleh 12 pengasuh ini. Panti Asuhan 'KAMI' bertujuan untuk mendampingi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan anak yang kehadirannya tidak diterima keluarga. Saat ini keahlian mereka adalah membuat patung dan kerajinan tangan serta menari India menjadi keterampilan yang dipelajari para penghuni panti asuhan ini. Sedikit cerita tentang Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata adalah berawal dari duka Yuliana Rahail sebagai seorang wanita yang cacat tangannya akibat kecelakaan mobil puluhan tahun lalu. Yuliana yang sejak kecil hidupnya kurang beruntung ini mempunyai keinginan untuk mengabdikan dirinya dalam berbagi kepada sesama dengan mengurusi anak-anak terlantar. Dalam perjalananya mengasuh anak-anak tersebut banyak sekali masalah dan kendala yang dihadapi oleh Yuliana dengan membawa anak-anak tersebut pindah dari satu rumah ke rumah lainnya hingga terakhir saat ini di wilayah Jati Asih berkat adanya seorang dermawan yang meminjamkannya untuk dihuni oleh mereka. Waktu sudah menunjukkan jam 13 lewat dan dikarenakan masih banyaknya aktifitas yang harus dilakukan oleh peserta maupun penghuni panti asuhan maka acara kunjungan pun ditutup Doa oleh Pak Amin sambil menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini selalu dilakukan oleh Lingkungan Santa Felisitas 4 sebagai salah satu agenda yang sudah di sampaikan ke Paroki Harapan Indah. Demikian sharing dari Lingkungan Santa Felisitas 4, semoga umat dan para donatur tetap sehat dan bersemangat dalam berbagi dengan komunitas yang membutuhkan uluran tangan untuk mewujudkan Kasih Tuhan di dunia ini serta Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata bisa tetap tumbuh dalam pelayanan kepada anak-anak yang membutuhkan tumpangan hidup dan kasih sayang. Tuhan Memberkati. - By Team St. Felisitas 4 & Agus Yudhi PARPOL - Partisipan Pelayan On Line PARPOL Credit Foto Bu Margarina, Bu Syane, Bu Erna dll