Dalamketerangan resmi yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (2/6/2020), Khofifah bilang, bila petani mulai menanam benih dalam waktu dekat ini, ketika masuk kemarau tanaman padi itu sudah besar.. Dengan demikian, kalau sesuai dengan prediksi, bertepatan musim kemarau itu tanaman padi sudah tidak lagi membutuhkan banyak air, sehingga tidak terjadi gagal panen.
Mengajakpenyuluh dan petani memanfaatkan sisa musim hujan hingga Juli 2020, untuk percepatan tanam mendukung target luas tanam 11,66 juta hektar di seluruh Indonesia. "Potensi panen padi Juni 2020 diperkirakan 0,74 juta hektar, yang dapat menghasilkan beras 1,94 juta ton sebagai upaya mencapai ketahanan pangan dan tersedia pangan bagi 267
Akuanak seorang petani, Ayah dan Ibuku kesawah untuk menanam benih-benih padi. mulai terbitnya fajar Hingga mentari berlalu, tanpa mengenal lesu. Ayah mengatakan kepadaku Tentang pentingnya ilmu, Bagaikan akar pohon pada tiang-tiang Kehidupan. Tetapi mataku sadar, Akan Mahalnya Pendidikan itu. Menjadi anak Petani sangatlah susah, Karena Ilmu
MasukMusim Hujan, Petani Belum Tanam Padi 11 Desember 2019 17:36 Chandra Yoga Dilihat 1571 kali. Petani di Desa Karanganyar Borobudur gunakan air sumur untuk menyirami tanaman Cabai menggunakan pompa air. BERITAMAGELANG.ID - Memasuki musim hujan, petani di kawasan Borobudur belum mulai bertanam Padi dan masih mengandalkan sumur sebagai
MenanamPadi Ketika mentari mulai mengintip Dari ufuk timur, kulihat para petani Mengairi sawah mereka agar tak kering Karena bumi mulai surut Mereka tak ingin ada dahaga pada padi Ketika mentari mulai meraja Isrihata sejenak Di sebuah gubug tua nan reot Ketika burung burung mulai memangsa padi Mereka mengusirnya Ketika hama-hama mulai melekat
TentangNanyang dijelaskan seorang tokoh masyarakat Gayo yang berasal dari Toweren, M. Thaib KB Aman Fauzan, Jum'at 12 September 2014. "Nanyang itu kenduri sebagai bentuk do'a kepada yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan dan berkah dalam aktivitas petani bercocok tanam padi di sawah," terang M. Thaib KB.
Pembacadiajak mengingat Kemusuk pada akhir 1948: "Musim tanam padi yang mengasyikkan. Semangat menyala di dada. Semangat untuk berproduksi pangan di alam merdeka. Merdeka. Menanam padi untuk bangsa sendiri. Tidak ada lagi tanam paksa. Tidak ada lagi keharusan menanam tanaman produksi untuk kepentingan penjajah.
Gemetarmenatap petani lugu . Kembali seperti semula, petani gagah. Itu menanam padi gaga dan merawat. Kolam, membuat bleng dan garam. Membuat nila, menanam. Kembang pulu dan maning. Menanam junjutan. Sebagai benang halus. Sutera untuk membikin. Cindhe gedhog membikin joglo. Limasan, membikin motif kain lurik "Tanah adalah kewajiban
KBRN Aceh Utara : Upaya dalam mendukung program pemerintah bidang ketahanan pangan khususnya swasembada pangan di masa pandemi Covid-19 berlangsung, Babinsa Koramil 17/Simpang Keuramat Kodim 0103/Aut, Serka Jainusi turun langsung ke sawah membantu petani menanam padi, Senin (6/6/2022). Terlihat di
Disanalah petani bekerja. Mengolah ladang dan sawah nya. CONTOH 8 Petani Bertopi Lebar. Ada petani bertepi lebar. Bekerja di pematang sawah. Membersihkan pagi dari gulma. Agar padi tidak terserang hama. Sebilah di tangan kanannya. Berayun-ayun menebas rumput. Keringat keluar memenuhi dahi. Ia bekerja sepenuh hati. CONTOH 9 Puisi Pemandangan
tmWUe. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 104903 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d827bc8ef36b71f • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kita berada di sebuah dunia timbal balik..Dimana apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai..Lalu kenapa masih mencoba menanam rumput?Sejatinya rumput itu akan tumbuh sendirinya tanpa kita pinta..Kenapa tidak mencoba menanam padi ?Meskipun setiap kita menanam padi, rumput selalu tumbuh di sekitarnya..Untuk mereka yang mudah mengahargai orang lain..Pasti faham, Mana yang rumput dan mana yang padi..Tapi jika sepasang mata sudah picik..Ia akan melihat padi dan rumput itu sama..Kalian semua hidup dari padi, bukan rumput..Hakikatnya hidup kalian itu baik..Hanya saja mungkin kurang memangkas rumputnya..Sampai-sampai rumput itu tumbuh melebihi padi.. Lantas, apa yang bisa kamu tuai dari rumput ?Bukankah manusia tidak makan rumput..Rumput itu untuk binatang,, Lalu kenapa tidak mencoba menuai padi.. Manusia hanya bisa berkata..Ya,, saya saat ini sedang menanam padi, tapi kadang manusia lupa, sebatang padi juga butuh pupuk-pupuk kebaikan..Belum lagi burung-burung yang mencoba hinggap kemudian merusak padi-padi tersebut..Ia mampir hanya memberi luka dan menumpang singgah..Untuk bertelur dan berbahagia..Percayalah,,menanam padi tidak semua petani berhasil..Tapi semua petani sudah pasti menanam padi..Meskipun terkadang hujan dan matahari tidak muncul seimbang..Bayangkan sekarang..Ia yang mencoba menanam kebaikan saja masih bisa gagal..Tapi usaha nya untuk menanam kebaikan, akan tetap tinggal..Lalu apa yang bisa kalian banggakan dengan menanam rumput ??Rumput yang berkualitas sekalipun akan berakhir di perut binatang..Manusia tidak makan itu!!Jika semua manusia sibuk menanam rumput..Maka tidak ada lagi species manusia di muka bumi ini, ia akan mati..Keburukan akan merenggut pelaku nya..Tuhan sudah memberikan dua pilihan yakni benar dan salah..Tidakkah kau ambil kebenaran nya..Maka sungguh kita akan merugi..Lalu sekarang adalah waktu yang tepat untuk menanam padi..Meskipun rumput juga akan tumbuh,, setidak nya kau harus rajin memangkas nya..Sedikit lebih maksimal lagi mungkin akan membuahkan hasil.. Padimu sudah hijau dan meninggi..Sebentar lagi akan berisi..Dan itu akan berat makan nya kita harus menunduk..Menunduk untuk apa??Untuk melihat kebawah sudah sejauh mana kita berjuang..Sudah selelah apa kita menahan..Hingga sudah sepantas apa kita akan menuai..Jika kau hanya tidur,, dan membiarkan padimu tumbuh begitu saja, Kau salah..Tidak begitu cara berjuang orang-orang baik..Kau harus merawat padimu..Menjaga nya semampumu..Dan nanti kau sendiri yang akan menikmati hasil dari padimu..Bangunlah..Menarilah bersamaku di ladang..Akan aku tunjukkan semua padiku..Padi adalah kehidupan..Padi adalah kebaikan..Padi adalah AKU..Lamongan, 8 Mei 2020 Lihat Puisi Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Seorang petani menabur benih-benih cintadi atas gulutan rabuk rasa dicampur asmara. Keesokannya si petani melihatnya, masih sama. Perlahan tumbuhlah benih-benih petani ditambahkannya ramuan rindu dan meledaklah benih itu semakin dewasa. Tumbuh tinggi dan masalah baru muncul, serangga dan hama hari datang untuk menggoda tumbuhan agar menyerah. 1 2 Lihat Puisi Selengkapnya