DramaSiti Noerbaya yang diadaptasi dari buku karya Marah Roesli dan naskahnya disusun sesuai dengan jalan cerita oleh Ibrahim Hakim dari UCL tampil memukau Top News Terkini
NaskahDrama Teater QM Skincare. 6,163 likes. Personal blog
Siti: It's impossible Bahri. You know your mother doesn't permit our relationship," Samsul : There's not impossible in love Siti. Believe in me. Siti : " I believe in you.., but I'm not sure your family will help me," Samsul : OK Siti, I promise, I won't let him take you away from me" (In Samsul Bahri's house)
Apr13th, 2022Dialog Naskah Drama Siti Nurbaya - YolaDrama Musikal Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) Akan Denny Menggodok Gagasan Ini Hingga Menjadi Naskah Selama Dua Tahun. Lagu-lagu Tersebut Dipadu Dengan Dialog, Seperti Lazimnya Sebuah Drama Musikal.. Hai, Yang Lagi Pusing Nyari Nyari Naskah Drama Siti Nurbaya, Nih Gue Ada.
REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Kisah dramatik Siti Nurbaya selalu jadi cacatan tersendiri bagi cerita perjodohan dari masa ke masa. Kisah ini yang kemudian menarik Denny Malik, mementaskannya dalam drama musikal 'Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)'. Melalui Kharisma Production, karya Denny Malik ini akan dipentaskan di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), 29-30 Maret mendatang.
KetikaNRV inventory yang sudah di-write down sebelumnya nilainya meningkat, jumlah inventory yang sudah dihapus harus direcovery. Contohnya, anggaplah awalnya nilai cost inventory adalah 82.000, dan NRVnya adalah 70.000 maka inventory harus di-write down senilai 12000.
Darinaskah drama tersebut, penulis akan menggunakan kajian analisis objektif atau yang sering disebut dengan analisis struktural. Menurut Nurgiyantoro (2005:37) Analisis struktural karya sastra, yang dalam hal ini fiksi, dapat dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji, dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antarunsur intrinsik fiksi yang
Walaupuncerita siti nurbaya tidak begitu terkenal di luar negeri tidak ada salahnya pula kita mencoba menceritakan dan memainkan naskah drama siti nurbaya. 1.1.Konsep cerita. Drama ini mengisahkan tentang. menjadi model) sehingga ia pergi ke luar negeri dan. Naskah Drama: "Ibu Bukan Ibumu" Naskah Drama: "Andhe2.
DramaMusikal - Siti NurbayaUjian Akhir Semester Mata Kuliah Drama MusikalMahasiswa Pendidikan Seni MusikSemester VIInstitut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambo
NaskahDrama Siti Nurbaya. December 09, 2017 ----- SCENE 1 SB : "Kenapa Pak Ali datang terlambat hari ini ya? Lupakah ia menjemput kita?" (tanya anak laki laki tsb,sambil menoleh kepada anak perempuan sebelahnya) SN : "Biasanya ia telah ada disini sekitar jam 1.
B2ja. Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada kawin paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri, selain berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut panjang bak mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah Mamak Siti Nurbaya. Setelah menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri melanjutkan sekolah calon Dokter di pulau Jawa untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Di Taman – Sore Hari……………………… Siti Nurbaya Kemana ya uda syamsul, kita kan sudah membuat janji di sini.. sambil menengong kanan kiri Syamsul Adhinda ku Siti Nurbaya… Siti Nurbaya Akhirnya uda datang juga, ada apa uda ingin bertemu dengan ku ? Syamsul Kamu tau kan ? Setelah aku selesai sekolah di sini, aku akan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah ku ? Siti Nurbaya Tentu saja aku tau, aku sangat sedih mendengar itu uda, tapi demi kebaikan mu aku akan bertahan untuk menunggu kembali nya dirimu… Syamsul Aku hanya pergi tuk Sementara, bukan tuk meninggalkan mu selamanya. Aku pasti kan kembali pada dirimu, tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali… Siti Nurbaya Alangkah senang hatiku, bila ku dekat denganmu, alangkah senang hatiku, sayangku hanya untukmu… Syamsul Dhinda, 1 minggu lagi aku akan mendapatkan Rapot ku, dan kemungkinan 1 minggu kedepannya aku akan berangkat ke Jakarta jika nilai ku memuaskan… Siti Nurbaya Santai aja uda, aku pasti nungguin kamu kok, 2 minggu lagi kan ? sip sip… Syamsul Terimakasih ya Dhinda atas pengertian mu… Siti Nurbaya Mengangguk 1 Minggu kemudian di rumah Siti Nurbaya, hanya kesedihan yang dia rasakan karena pujaan hati nya akan meninggalkan dirinya dalam jangka waktu yang cukup panjang… Siti Nurbaya Kenapa ya ? uda Syamsul harus kuliah di Jakarta ? Kenapa tidak di Padang saja ?? ” Tanpa di sadari Siti Nurbaya, Uda Syamsul mengintip dari jendela…” Syamsul Oohh maaf, maafkan diriku, yang telah membuat, hatimu terluka, hanya kau cintaku, ku tak pernah fakir, tuk pergi darimu, walau hanya, sekejap saja… Siti Nurbaya Uda… Coba kau pikirkan, coba kau renungkan, apa yang kau inginkan telah aku lakukan, coba kau katakana apa yang kau inginkan… Syamsul Aku ingin engkau slalu, hadir dan temani aku, di setiap langkah, yang meyakiniku, kau tercipta untukku, sepanjang hidupku… Siti Nurbaya Aduuh uda Syamsul, so sweeet… Syamsul Ah dhinda bisa saja, maaf ya uda ngintip gak bilang bilang sama dhinda… Siti Nurbaya Mana ada ngintip bilang bilang ? Syamsul Hehehe, yaudah Uda pulang dulu ya dhinda, see you.. Siti Nurbaya See you.. Akhirnya, minggu yang tidap di harapkan datang, minggu pembagian rapot… Di Taman Sore Hari… Siti Nurbaya Hari ini pembagian Rapot uda Syamsul, dan kita sudah berjanji di sini,Huuuffhh… aku deg deg`an banget nih… Syamsul Dhindaaa… duduk sebelah Siti Siti Nurbaya Uda, senang sekali wajah nya, coba coba liat Rapot nya.. melihat Rapot waaahhh bagus sekali… Syamsul Yo`i Laahhh.. Uda GettoCh !! Siti Nurbaya Berarti, uda jadi pergi ke Jakarta ?? Syamsul Jadi donk ahh.. udah gak sabar nih… Siti Nurbaya Hanya tersenyum Syamsul Dhinda, aku ingin bertanya, sebelum aku pergi, aku penasaran sekali, dari pada nanti aku jadi setan penasaran… Siti Nurbaya Waduh ? Apa tuh ? Syamsul Why… Do you love me ?? So Sweet… And Tenderly ?? Siti Nurbaya Takdir bang ! Syamsul Wew ??! Jawaban yang tidak di harapkan… Siti Nurbaya Hehehe… Syamsul Besok pagi aku akan pergi ke Jakarta… Siti Nurbaya Cepat sekali uda ? Syamsul Biar lebih cepat kembali nya juga, hehehe… Siti Nurbaya Besok pagi kita bertemu di Teluk Bayur ya uda, aku ingin mengantarmu… Syamsul Oke dhinda… Yuk uda antar pulang… Keesokan hari nya di Teluk Bayur… Siti Nurbaya Aahh masa aku duluan yang sampe, dasar pemalas… Syamsul Haloo dhinda… Siti Nurbaya Dasar pemalas, dia uang mau pergi aku yang nyampe duluan… Syamsul Santai… Siti Nurbaya Bagaimana uda ? Apakah sudah siap semua ? Syamsul Udah donk, tinggal menunggu keberangkatan saja dhinda… Siti Nurbaya Memang jam berapa berangkat nya ?? Syamsul Jam Siti Nurbaya Melihat Jam Sekarang kan jam 15menit lagi berarti ya uda ? Syamsul Iya dhindaqu sayang… Siti Nurbaya Uda, Bawa daku pergi, saat kau kembali, bawa daku pergi, bersamamu… Syamsul Siti, jangan menangis, hapus air mata, di wajah cantikmu, Siti kepergian ku takkan lama… Siti Nurbaya Iya uda sayang, Tak Ada Yang Akan Bisa, Meruntuhkan NiatkuTuk Bertemu Memeluk Dan Menyanding, Meski Surya MembenamkanTubuhku Di Lautan, Kutunggu Sampai Samudra . Syamsul Sungguh setia nya pujaan hati uda ini.. Siti Nurbaya Tersipu Malu Syamsul Yasudah, uda berangkat dulu ya Dhinda qu tercinta… Siti Nurbaya Iyah.. Hati hati ya Uda ku sayang… Cium Tangan dan Sama sama melambaikan tangan Tahun berlalu musim berganti.. Siti Nurbaya Surat doank ? gak ngelepas kangen, makin jadi iya, huuuh… Semua kata rindumu semakin membuatku Tak berdaya,Menahan rasa ingin jumpaPercayalah padaku akupun rindu kamu, Ku akan pulang… Melepas semua kerinduan Yang terpendam… Musibah datang mendera keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami kebangkrutan, hingga jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit. Beliau akhirnya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan suka beristri banyak bernama Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya bertumpuk dan berbunga pada Datuk Maringgih. Sulaiman Uhuk uhuk uhukk… saayyang… bagaimana kita sekarang inii ?? Hutang kita sudah banyak sekali kepada datuk maringgih… Adooo sayaang,,si gendut laknat itu ? biarkan sajalah… nanti kalau kita mati kita tidak perlu bayar hutang lagi kan… bunuh diri yuk yuk… Sulaiman Bunuh diri tidak menyelesaikan masalah. Hmmm,dosa ya sayang ?? Sulaiman Ya iyalahh sayangg… Ooo… Sulaiman Uuhh,,udah tua masih aja nge`gemesin !! Meleet Sulaiman Sudah sudah… Kemana anak kita ? Lagi nyapu noh di depan… Sulaiman Ooo yasudah… Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman yang sedang sakit untuk menagih piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona melihat kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman untuk menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti Nurbaya tak sanggup untuk membayar hutangnya. Maringgih Hey kau ! Kesini ! Aku ingin menagih hutang ku pada si sulaiman itu ! Cepat kamu dampingi saya kesana ! Pesuruh Oke Tuk… Narator Singkat cerita Maringgih Wala Dalaa…. Ayu tenan rekkk… Pesuruh Tuk !! Ente orang Padang apa Jawa ?? Maringgih Bawel lu !! Pesuruh Ingin Jitak Dari Belakang Maringgih Terpesona, Ku pada pandangan pertama, dan tak kuasa menahan rinduku ,Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku, Ingin ku peluk dan ku kucup keningmu, Oh indahnya, Kini ku rasakan, Getaran cinta dalam dada, Ku ingin bersama, Untuk selamanya… Pesuruh Joget Joget Maringgih Heh !! Ngapain kamu joget joget ?? Pesuruh Terbawa suasana Tuk !! Maringgih Tak Tuk Tak Tuk ! Jidat mu !! Maringgih Akan ku nikahkan dia !! Jika tidak bisa !! Jangan panggil aku “ DATUk MARINGGIH “ !! Pesuruh Caranya ? Maringgih Easy coy !! Mari kita masuk ke dalam… berjalan beberapa langkah Maringgih Haiii cantikk… mwaaachh… Siti Nurbaya NAJIZ !! Brrrr… Maringgih Sombong sekalii… Siti Nurbaya Bodo !!! Cuih !! Maringgih Awas kao !! Masuk ke Dalam Rumah Maringgih Sulaimaaaaaaaan !! Cepat kesini kamu !! dengan raut muka marah Berisiiikkk tau gak lo !! Maringgih Berbicara kepada pesuruh Buset ngeri amat nih nenek nenek… Maringgih Mana Sulaiman ?? Sulaiman Apooo datuk ?? Maringgih Mana hutang mu ?? Aku ingin sekarang di bayar !! Tidak mau tahu bagaimanapun caranya !! Sulaiman Mana bisa aku bayar begitu banyak dengan cepat ? Maringgih Aku tidak mau tau !! Bunuh diri aja yuk sayang… Sulaiman Yuukk… Maringgih Lah lah lah ?? Aku berikan Tawaran !! Sulaiman Apa itu ? Maringgih Kawinkan anak mu dengan ku !! Maka semua hutang mu akan “ LUNAS “ !! Sulaiman Apakah anak ku mau dengan orang tua seperti mu ?? Lagi pula dia sudah punya kekasih yang bernama Syamsul Bahri Betoul itu.. mana mauu dia dengan orang sepertimu genduutt… Maringgih Kuurrraaannggg ajjjiiiiiaaarrrrrr !!!!!!!!!!!! Pokok nya besok mau tidak mau anak mu harus menikah dengan ku !! TITIKKK !!!!!!!! Ayo Kita pergi !!!! Terjadilah perdebatan anatara Baginda Sulaiman, Nyonya Sulaiman dan Siti Nurbaya… Sulaiman Sayang, panggil Siti kesini dong… Sitiiiiiiiiiii !!!!!!!!!!!!! Sulaiman Berisiiikk gak bisa pelan pelan apa ?! Bawel dehh.. Siti Nurbaya Ya Ayah ? Ibu ? Sulaiman Kami ingin meminta tolong kepadamu, demi kelangsungan hidup kami… Siti Nurbaya Selama siti bisa, pasti siti lakuin… Sulaiman Kamu menikah dengan Datuk Maringgih… Siti Nurbaya APAAAAAAAAAAAA ………… ???????? Wajah kaget Lebay tau gk… Siti Nurbaya Tapi ayah, aku sudah mempunyai calon, yaitu Syamsul Bahri, orang yang paling aku cinta… Sulaiman Tapi ini demi kami semua, kami juga tidak mau kamu menikah dengan datuk maringgih, tapi apa yang bisa ayah perbuat? Siti, ini permohonan terakhir ayah dan ibu… Siti Nurbaya Huuuffh… baiklah aku mau… Dengan hati yang sangat tersiksa, akhirnya Siti Nurbaya pun menerima nya, dan terjadilah hari lamaran itu… Maringgih Akhirnya… biarkan hutang itu lunas, asalkan aku bisa memiliki Siti Nurbaya, Hahahahaha…. Maringgih Jangan jangan kau menolak cintaku, Jangan jangan kau ragukan hatiku ,Ku kan slalu setia menunggu, untuk menjadi suami mu… Namun kabar tersebut sampai ke telinga Syamsul Bahri, hatinya sangat sedih dan mencoba bunuh diri. Di Kostan Syamsul Bahri Syamsul Hancur hatiku mengenang dikau, menjadi keping-keping setelah kau pergi, tinggalkan kasih sayang yang pernah singgah antara kita, masihkah ada sayang itu… Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya Syamsul Dimanakah Siti Nurbaya sekarang ? Aku ingin sekali bertemu dengannya, aku ingin penjelasan se jelas jelas nya dari dia… Berjalan 2 – 3 langkah Siti Nurbaya Sedang berdiri tidak jelas Syamsul Sepertinya aku kenal dengan perempuan cantik itu… berjalan 1 langkah Nurbaya ! Itu Siti Nurbaya ! Menyapa Siti Nurbaya Siti kamu Siti kan ?? Siti Nurbaya ?? Siti Nurbaya ???? Iya aku Siti Nurbaya… Ada apa ? Syamsul Aduh sombong nya kamu… kamu tidak ingat aku ?? Siti Nurbaya Hahhh ?? Wajah Bingung Syamsul Semua kata rindu mu semakin membuat ku tak berdaya… Siti Nurbaya Itu kan surat 1 tahun lalu yang aku kirimkan kepada Uda Syamsul, Berarti kamu ? Syamsul Yo`I lahh… Siti Nurbaya Uda ?? Waaaa…. Senang sekali aku bertemu dengan mu kembalii… Syamsul Aku juga Sitii… Hahahahaha… Siti Nurbaya Tapii… Syamsul Aku tahu kok, kamu menikah dengan rentenir gendut itu, bagaimana bisa kamu menikah dengan rentenir gendut itu ? Siti Nurbaya Ayah ku bangkrut dan akhirnya berhutang kepada datuk maringgih, dan akhirnya berbunga dan berbunga, karena tidak bisa bayar, aku di paksa menikah oleh datuk maringgih… Syamsul Sungguh laknat orang gendut itu ! Siti Nurbaya Maafkan aku uda, aku tidak bisa berbuat apa apa… Syamsul Tenang Siti, aku akan membalas si gendut itu ! Aku janji !! Siti Nurbaya Tapi… Bagaimana caranya ?? Syamsul Easy… Siti Nurbaya Yasudah aku harus segera kembali pulang, agar dia tidak marah marah dengan ku lagi… Syamsul Hati hati siti… Tanpa di sadari… datuk maringgih yang mendengar pembicaraan itu, langsung naik Pitam ! Datuk maringgih berniat mengusir syamsul bahri dari Padang ! Dia menyebar fitnah melalui istri tua nya… Maringgih Kurrang ajar !! Istri Tua Aduuuuuuhhh !! Ada apa sih berisik banget… gk tau apa mama lagi Medi Pedi ?? Maringgih Mah, kurrang ajar si Siti itu, dia berani berani nya bertemu dengan si Syamsul lagi, dan si syamsul berencana untuk membalas ku !! Istri Tua Ahh itu mah urusan mudah papii… lihat aksi istri mu ini… Tersebarlah gosiip kalau Syamsul telah memperkosa Istri Tua datuk maringgih…. Sehingga Syamsul di usir oleh kedua Orang Tua nya…. Syamsul Ayaahh ibuu.. ini pesanan makanan pesanan kalian… Mahmud JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN AYAH !!! KAU BUKAN ANAK KU !!! Ayah sabar ayah… Mahmud Aku tidak punya anak yang seperti ini ! Anak tidak bermoral tidak berpendidikan ! Percuma aku membiayai nya mahal mahal ! Anak DURHAKA !! Pergi Kamu !! PERGIII !!! Jangan ayah.. kasian syamsul, tolong ayah, kasih dia untuk memberikan penjelasan… Mahmud Penjelasan ?? Tidak BUTUH !!! Mau di taro mana Muka ayah ??? Ya di kepala masa di jidat ? AYolah ayah berikan dia kesempatan lagii… kesempatan untuk menjelaskan saja… Mahmud Tidak perlu ! PERGI KAMU ! PERGI !!! Syamsul bahri tidak sempat berkata apapun, hanya kesedihan yang di rasa, dan dia kembali pergi ke Jakarta… Dia menyamar sebagai Letnan Mas !! Di saat Syamsul Bahri masih di Jakarta, Datuk maringgih menjadi sangat benci kepada Siti Nurbaya dan dia memikirkan bagaimana cara membunuh Siti Nurbaya… Maringgih Apa yang harus aku lakukan agar bisa membunuh Siti Nurbaya itu… Istri Tua Racunin aja, ribet amat… Maringgih Racun ? Tpi bagaimana cara kita memberikannya ? Istri Tua Coba kita pikirkan sejenak… Istri Tua Ahaaaaaaaaaaaa !!!! Kita racunin saja dengan air minum… Maringgih Sepertinya kurang ampuh kalau kita suguhkan minuman, dia pasti berpikir yang aneh aneh… Istri Tua Benar juga ya… Maringgih Lebih baik kita racuni lemang dan di berikan ke siti nurbaya melalui si jidat itu… Istri Tua Benar juga itu, hahaha… mari kita lakukan secepatnya… Narator Dengan cepat Datuk Maringgih dan Istri Tua nya membeli lemang dan di berikan racun… Maringgih Budaaaaaaakk !! Cepat kesini kamu !! Pesuruh Ya tuk ?? Maringgih Tolong berikan ini kepada Siti Nurbaya, bilang ini pemberian dari sulaiman… Pesuruh Siap Tuk Laksanakan… Jalan lah sang pesuruh ke Tempat Siti Nurbaya beristirahat setelah seharian di suruh membersihkan rumah… Pesuruh Permisi sitii… ada kiriman lemang dari ayahmu… Siti Nurbaya Ohh.. iya terimakasih yahh… Pesuruh Sama sama pergi untuk mengintip apakah siti sudah memakan itu atau belum Siti Nurbaya Apakah ini benar benar dari ayah ? Huuufh… Pesuruh Lama amat sih nga di makan makan… Siti Nurbaya Baiklah aku makan, aku tidak boleh berburuk sangka… memakan lemang itu Pesuruh Akhirnya di makann… sekarang aku bisa pergi… Akhirnya… termakanlah lemang itu, dan tak lama kemudian sampailah ajal nya… Pesuruh Tuuukkkkk… Lemang itu sudah di makan oleh Siti Nurbaya… Maringgih Bagus… Hahahaha… Tinggal kita tunggu saja, kapan ada kabar bahwa Siti Nurbaya telah meninggal… Akhirnya pengumuman bahwa Siti Nurbaya telah meninggal di sebarkan, dan sampai lagi ke telinga Syamsul Bahri yang sekarang namanya menjadi Letnan Mas ! Semakin menjadi Amarah Syamsul Bahri terhadap Datuk Maringgih… Syamsul Akan kubunuh dia ! Akan kubunuh ! Itu Janji ku ! Nasib baik untuk Syamsul Bahri, Saat tragedy Balesting Saudagar-saudagar pribumi yang tidak mau membayar upeti/pajak dibawah pimpinan Datuk Mariggih, dikirimlah Letnan Mas oleh Kompeni ke Padang untuk menumpas para pembangkang balesting. Syamsul Akhirnya kita bertemu Gendut ! Maringgih Kurang ajar, aku akan memberi mu pelajaran ! Syamsul Jangan banyak bicara mari kita mulai saja !! Terjadilah peperangan satu lawan satu antara Letnan Mas dengan Datuk Maringgih. Akhir cerita Letnan Mas yang tak lain adalah Syamsul Bahri tewas di pedang diujung pedang, bersamaan dengan Datuk Maringgih juga roboh terkena tembakan Letnan Mas. sumber Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada kawin paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri, selain berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut panjang bak mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah Mamak Siti Nurbaya. Setelah menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri melanjutkan sekolah calon Dokter di pulau Jawa untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Di Taman – Sore Hari……………………… Siti Nurbaya Kemana ya uda syamsul, kita kan sudah membuat janji di sini.. sambil menengong kanan kiri Syamsul Adhinda ku Siti Nurbaya… Siti Nurbaya Akhirnya uda datang juga, ada apa uda ingin bertemu dengan ku ? Syamsul Kamu tau kan ? Setelah aku selesai sekolah di sini, aku akan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah ku ? Siti Nurbaya Tentu saja aku tau, aku sangat sedih mendengar itu uda, tapi demi kebaikan mu aku akan bertahan untuk menunggu kembali nya dirimu… Syamsul Aku hanya pergi tuk Sementara, bukan tuk meninggalkan mu selamanya. Aku pasti kan kembali pada dirimu, tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali… Siti Nurbaya Alangkah senang hatiku, bila ku dekat denganmu, alangkah senang hatiku, sayangku hanya untukmu… Syamsul Dhinda, 1 minggu lagi aku akan mendapatkan Rapot ku, dan kemungkinan 1 minggu kedepannya aku akan berangkat ke Jakarta jika nilai ku memuaskan… Siti Nurbaya Santai aja uda, aku pasti nungguin kamu kok, 2 minggu lagi kan ? sip sip… Syamsul Terimakasih ya Dhinda atas pengertian mu… Siti Nurbaya Mengangguk 1 Minggu kemudian di rumah Siti Nurbaya, hanya kesedihan yang dia rasakan karena pujaan hati nya akan meninggalkan dirinya dalam jangka waktu yang cukup panjang… Siti Nurbaya Kenapa ya ? uda Syamsul harus kuliah di Jakarta ? Kenapa tidak di Padang saja ?? Narator Tanpa di sadari Siti Nurbaya, Uda Syamsul mengintip dari jendela… Syamsul Oohh maaf, maafkan diriku, yang telah membuat, hatimu terluka, hanya kau cintaku, ku tak pernah fakir, tuk pergi darimu, walau hanya, sekejap saja… Siti Nurbaya Uda… Coba kau pikirkan, coba kau renungkan, apa yang kau inginkan telah aku lakukan, coba kau katakana apa yang kau inginkan… Syamsul Aku ingin engkau slalu, hadir dan temani aku, di setiap langkah, yang meyakiniku, kau tercipta untukku, sepanjang hidupku… Siti Nurbaya Aduuh uda Syamsul, so sweeet… Syamsul Ah dhinda bisa saja, maaf ya uda ngintip gak bilang bilang sama dhinda… Siti Nurbaya Mana ada ngintip bilang bilang ? Syamsul Hehehe, yaudah Uda pulang dulu ya dhinda, see you.. Siti Nurbaya See you.. Akhirnya, minggu yang tidap di harapkan datang, minggu pembagian rapot… Di Taman Sore Hari… Siti Nurbaya Hari ini pembagian Rapot uda Syamsul, dan kita sudah berjanji di sini,Huuuffhh… aku deg deg`an banget nih… Syamsul Dhindaaa… duduk sebelah Siti Siti Nurbaya Uda, senang sekali wajah nya, coba coba liat Rapot nya.. melihat Rapot waaahhh bagus sekali… Syamsul Yo`i Laahhh.. Uda GettoCh !! Siti Nurbaya Berarti, uda jadi pergi ke Jakarta ?? Syamsul Jadi donk ahh.. udah gak sabar nih… Siti Nurbaya Hanya tersenyum Syamsul Dhinda, aku ingin bertanya, sebelum aku pergi, aku penasaran sekali, dari pada nanti aku jadi setan penasaran… Siti Nurbaya Waduh ? Apa tuh ? Syamsul Why… Do you love me ?? So Sweet… And Tenderly ?? Siti Nurbaya Takdir bang ! Syamsul Wew ??! Jawaban yang tidak di harapkan… Siti Nurbaya Hehehe… Syamsul Besok pagi aku akan pergi ke Jakarta… Siti Nurbaya Cepat sekali uda ? Syamsul Biar lebih cepat kembali nya juga, hehehe… Siti Nurbaya Besok pagi kita bertemu di Teluk Bayur ya uda, aku ingin mengantarmu… Syamsul Oke dhinda… Yuk uda antar pulang… Keesokan hari nya di Teluk Bayur… Siti Nurbaya Aahh masa aku duluan yang sampe, dasar pemalas… Syamsul Haloo dhinda… Siti Nurbaya Dasar pemalas, dia uang mau pergi aku yang nyampe duluan… Syamsul Santai… Siti Nurbaya Bagaimana uda ? Apakah sudah siap semua ? Syamsul Udah donk, tinggal menunggu keberangkatan saja dhinda… Siti Nurbaya Memang jam berapa berangkat nya ?? Syamsul Jam Siti Nurbaya Melihat Jam Sekarang kan jam 15menit lagi berarti ya uda ? Syamsul Iya dhindaqu sayang… Siti Nurbaya Uda, Bawa daku pergi, saat kau kembali, bawa daku pergi, bersamamu… Syamsul Siti, jangan menangis, hapus air mata, di wajah cantikmu, Siti kepergian ku takkan lama… Siti Nurbaya Iya uda sayang, Tak Ada Yang Akan Bisa, Meruntuhkan NiatkuTuk Bertemu Memeluk Dan Menyanding, Meski Surya MembenamkanTubuhku Di Lautan, Kutunggu Sampai Samudra . Syamsul Sungguh setia nya pujaan hati uda ini.. Siti Nurbaya Tersipu Malu Syamsul Yasudah, uda berangkat dulu ya Dhinda qu tercinta… Siti Nurbaya Iyah.. Hati hati ya Uda ku sayang… Cium Tangan dan Sama sama melambaikan tangan Tahun berlalu musim berganti.. Siti Nurbaya Surat doank ? gak ngelepas kangen, makin jadi iya, huuuh… Semua kata rindumu semakin membuatku Tak berdaya,Menahan rasa ingin jumpa Percayalah padaku akupun rindu kamu, Ku akan pulang… Melepas semua kerinduan Yang terpendam… Musibah datang mendera keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami kebangkrutan, hingga jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit. Beliau akhirnya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan suka beristri banyak bernama Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya bertumpuk dan berbunga pada Datuk Maringgih. Sulaiman Uhuk uhuk uhukk… saayyang… bagaimana kita sekarang inii ?? Hutang kita sudah banyak sekali kepada datuk maringgih… Adooo sayaang,,si gendut laknat itu ? biarkan sajalah… nanti kalau kita mati kita tidak perlu bayar hutang lagi kan… bunuh diri yuk yuk… Sulaiman Bunuh diri tidak menyelesaikan masalah. Hmmm,dosa ya sayang ?? Sulaiman Ya iyalahh sayangg… Ooo… Sulaiman Uuhh,,udah tua masih aja nge`gemesin !! Meleet Sulaiman Sudah sudah… Kemana anak kita ? Lagi nyapu noh di depan… Sulaiman Ooo yasudah… Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman yang sedang sakit untuk menagih piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona melihat kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman untuk menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti Nurbaya tak sanggup untuk membayar hutangnya. Maringgih Hey kau ! Kesini ! Aku ingin menagih hutang ku pada si sulaiman itu ! Cepat kamu dampingi saya kesana ! Pesuruh Oke Tuk… Narator Singkat cerita Maringgih Wala Dalaa…. Ayu tenan rekkk… Pesuruh Tuk !! Ente orang Padang apa Jawa ?? Maringgih Bawel lu !! Pesuruh Ingin Jitak Dari Belakang Maringgih Terpesona, Ku pada pandangan pertama, dan tak kuasa menahan rinduku ,Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku, Ingin ku peluk dan ku kucup keningmu, Oh indahnya, Kini ku rasakan, Getaran cinta dalam dada, Ku ingin bersama, Untuk selamanya… Pesuruh Joget Joget Maringgih Heh !! Ngapain kamu joget joget ?? Pesuruh Terbawa suasana Tuk !! Maringgih Tak Tuk Tak Tuk ! Jidat mu !! Maringgih Akan ku nikahkan dia !! Jika tidak bisa !! Jangan panggil aku “ DATUk MARINGGIH “ !! Pesuruh Caranya ? Maringgih Easy coy !! Mari kita masuk ke dalam… berjalan beberapa langkah Maringgih Haiii cantikk… mwaaachh… Siti Nurbaya NAJIZ !! Brrrr… Maringgih Sombong sekalii… Siti Nurbaya Bodo !!! Cuih !! Maringgih Awas kao !! Masuk ke Dalam Rumah Maringgih Sulaimaaaaaaaan !! Cepat kesini kamu !! dengan raut muka marah Berisiiikkk tau gak lo !! Maringgih Berbicara kepada pesuruh Buset ngeri amat nih nenek nenek… Maringgih Mana Sulaiman ?? Sulaiman Apooo datuk ?? Maringgih Mana hutang mu ?? Aku ingin sekarang di bayar !! Tidak mau tahu bagaimanapun caranya !! Sulaiman Mana bisa aku bayar begitu banyak dengan cepat ? Maringgih Aku tidak mau tau !! Bunuh diri aja yuk sayang… Sulaiman Yuukk… Maringgih Lah lah lah ?? Aku berikan Tawaran !! Sulaiman Apa itu ? Maringgih Kawinkan anak mu dengan ku !! Maka semua hutang mu akan “ LUNAS “ !! Sulaiman Apakah anak ku mau dengan orang tua seperti mu ?? Lagi pula dia sudah punya kekasih yang bernama Syamsul Bahri Betoul itu.. mana mauu dia dengan orang sepertimu genduutt… Maringgih Kuurrraaannggg ajjjiiiiiaaarrrrrr !!!!!!!!!!!! Pokok nya besok mau tidak mau anak mu harus menikah dengan ku !! TITIKKK !!!!!!!! Ayo Kita pergi !!!! Terjadilah perdebatan anatara Baginda Sulaiman, Nyonya Sulaiman dan Siti Nurbaya… Sulaiman Sayang, panggil Siti kesini dong… Sitiiiiiiiiiii !!!!!!!!!!!!! Sulaiman Berisiiikk gak bisa pelan pelan apa ?! Bawel dehh.. Siti Nurbaya Ya Ayah ? Ibu ? Sulaiman Kami ingin meminta tolong kepadamu, demi kelangsungan hidup kami… Siti Nurbaya Selama siti bisa, pasti siti lakuin… Sulaiman Kamu menikah dengan Datuk Maringgih… Siti Nurbaya APAAAAAAAAAAAA ………… ???????? Wajah kaget Lebay tau gk… Siti Nurbaya Tapi ayah, aku sudah mempunyai calon, yaitu Syamsul Bahri, orang yang paling aku cinta… Sulaiman Tapi ini demi kami semua, kami juga tidak mau kamu menikah dengan datuk maringgih, tapi apa yang bisa ayah perbuat? Siti, ini permohonan terakhir ayah dan ibu… Siti Nurbaya Huuuffh… baiklah aku mau… Dengan hati yang sangat tersiksa, akhirnya Siti Nurbaya pun menerima nya, dan terjadilah hari lamaran itu… Maringgih Akhirnya… biarkan hutang itu lunas, asalkan aku bisa memiliki Siti Nurbaya, Hahahahaha…. Maringgih Jangan jangan kau menolak cintaku, Jangan jangan kau ragukan hatiku ,Ku kan slalu setia menunggu, untuk menjadi suami mu… Namun kabar tersebut sampai ke telinga Syamsul Bahri, hatinya sangat sedih dan mencoba bunuh diri. Di Kostan Syamsul Bahri Syamsul Hancur hatiku mengenang dikau, menjadi keping-keping setelah kau pergi ,tinggalkan kasih sayang yang pernah singgah antara kita, masihkah ada sayang itu… Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya Syamsul Dimanakah Siti Nurbaya sekarang ? Aku ingin sekali bertemu dengannya, aku ingin penjelasan se jelas jelas nya dari dia… Berjalan 2 – 3 langkah Siti Nurbaya Sedang berdiri tidak jelas Syamsul Sepertinya aku kenal dengan perempuan cantik itu… berjalan 1 langkah Nurbaya ! Itu Siti Nurbaya ! Menyapa Siti Nurbaya Siti kamu Siti kan ?? Siti Nurbaya ?? Siti Nurbaya ???? Iya aku Siti Nurbaya… Ada apa ? Syamsul Aduh sombong nya kamu… kamu tidak ingat aku ?? Siti Nurbaya Hahhh ?? Wajah Bingung Syamsul Semua kata rindu mu semakin membuat ku tak berdaya… Siti Nurbaya Itu kan surat 1 tahun lalu yang aku kirimkan kepada Uda Syamsul, Berarti kamu ? Syamsul Yo`I lahh… Siti Nurbaya Uda ?? Waaaa…. Senang sekali aku bertemu dengan mu kembalii… Syamsul Aku juga Sitii… Hahahahaha… Siti Nurbaya Tapii… Syamsul Aku tahu kok, kamu menikah dengan rentenir gendut itu, bagaimana bisa kamu menikah dengan rentenir gendut itu ? Siti Nurbaya Ayah ku bangkrut dan akhirnya berhutang kepada datuk maringgih, dan akhirnya berbunga dan berbunga, karena tidak bisa bayar, aku di paksa menikah oleh datuk maringgih… Syamsul Sungguh laknat orang gendut itu ! Siti Nurbaya Maafkan aku uda, aku tidak bisa berbuat apa apa… Syamsul Tenang Siti, aku akan membalas si gendut itu ! Aku janji !! Siti Nurbaya Tapi… Bagaimana caranya ?? Syamsul Easy… Siti Nurbaya Yasudah aku harus segera kembali pulang, agar dia tidak marah marah dengan ku lagi… Syamsul Hati hati siti… Tanpa di sadari… datuk maringgih yang mendengar pembicaraan itu, langsung naik Pitam ! Datuk maringgih berniat mengusir syamsul bahri dari Padang ! Dia menyebar fitnah melalui istri tua nya… Maringgih Kurrang ajar !! Istri Tua Aduuuuuuhhh !! Ada apa sih berisik banget… gk tau apa mama lagi Medi Pedi ?? Maringgih Mah, kurrang ajar si Siti itu, dia berani berani nya bertemu dengan si Syamsul lagi, dan si syamsul berencana untuk membalas ku !! Istri Tua Ahh itu mah urusan mudah papii… lihat aksi istri mu ini… Tersebarlah gosiip kalau Syamsul telah memperkosa Istri Tua datuk maringgih…. Sehingga Syamsul di usir oleh kedua Orang Tua nya…. Syamsul Ayaahh ibuu.. ini pesanan makanan pesanan kalian… Mahmud JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN AYAH !!! KAU BUKAN ANAK KU !!! Ayah sabar ayah… Mahmud Aku tidak punya anak yang seperti ini ! Anak tidak bermoral tidak berpendidikan ! Percuma aku membiayai nya mahal mahal ! Anak DURHAKA !! Pergi Kamu !! PERGIII !!! Jangan ayah.. kasian syamsul, tolong ayah, kasih dia untuk memberikan penjelasan… Mahmud Penjelasan ?? Tidak BUTUH !!! Mau di taro mana Muka ayah ??? Ya di kepala masa di jidat ? AYolah ayah berikan dia kesempatan lagii… kesempatan untuk menjelaskan saja… Mahmud Tidak perlu ! PERGI KAMU ! PERGI !!! Syamsul bahri tidak sempat berkata apapun, hanya kesedihan yang di rasa, dan dia kembali pergi ke Jakarta… Dia menyamar sebagai Letnan Mas !! Di saat Syamsul Bahri masih di Jakarta, Datuk maringgih menjadi sangat benci kepada Siti Nurbaya dan dia memikirkan bagaimana cara membunuh Siti Nurbaya… Maringgih Apa yang harus aku lakukan agar bisa membunuh Siti Nurbaya itu… Istri Tua Racunin aja, ribet amat… Maringgih Racun ? Tpi bagaimana cara kita memberikannya ? Istri Tua Coba kita pikirkan sejenak… Istri Tua Ahaaaaaaaaaaaa !!!! Kita racunin saja dengan air minum… Maringgih Sepertinya kurang ampuh kalau kita suguhkan minuman, dia pasti berpikir yang aneh aneh… Istri Tua Benar juga ya… Maringgih Lebih baik kita racuni lemang dan di berikan ke siti nurbaya melalui si jidat itu… Istri Tua Benar juga itu, hahaha… mari kita lakukan secepatnya… Narator Dengan cepat Datuk Maringgih dan Istri Tua nya membeli lemang dan di berikan racun… Maringgih Budaaaaaaakk !! Cepat kesini kamu !! Pesuruh Ya tuk ?? Maringgih Tolong berikan ini kepada Siti Nurbaya, bilang ini pemberian dari sulaiman… Pesuruh Siap Tuk Laksanakan… Jalan lah sang pesuruh ke Tempat Siti Nurbaya beristirahat setelah seharian di suruh membersihkan rumah… Pesuruh Permisi sitii… ada kiriman lemang dari ayahmu… Siti Nurbaya Ohh.. iya terimakasih yahh… Pesuruh Sama sama pergi untuk mengintip apakah siti sudah memakan itu atau belum Siti Nurbaya Apakah ini benar benar dari ayah ? Huuufh… Pesuruh Lama amat sih nga di makan makan… Siti Nurbaya Baiklah aku makan, aku tidak boleh berburuk sangka… memakan lemang itu Pesuruh Akhirnya di makann… sekarang aku bisa pergi… Akhirnya… termakanlah lemang itu, dan tak lama kemudian sampailah ajal nya… Pesuruh Tuuukkkkk… Lemang itu sudah di makan oleh Siti Nurbaya… Maringgih Bagus… Hahahaha… Tinggal kita tunggu saja, kapan ada kabar bahwa Siti Nurbaya telah meninggal… Akhirnya pengumuman bahwa Siti Nurbaya telah meninggal di sebarkan, dan sampai lagi ke telinga Syamsul Bahri yang sekarang namanya menjadi Letnan Mas ! Semakin menjadi Amarah Syamsul Bahri terhadap Datuk Maringgih… Syamsul Akan kubunuh dia ! Akan kubunuh ! Itu Janji ku ! Nasib baik untuk Syamsul Bahri, Saat tragedy Balesting Saudagar-saudagar pribumi yang tidak mau membayar upeti/pajak dibawah pimpinan Datuk Mariggih, dikirimlah Letnan Mas oleh Kompeni ke Padang untuk menumpas para pembangkang balesting. Syamsul Akhirnya kita bertemu Gendut ! Maringgih Kurang ajar, aku akan memberi mu pelajaran ! Syamsul Jangan banyak bicara mari kita mulai saja !! Terjadilah peperangan satu lawan satu antara Letnan Mas dengan Datuk Maringgih. Akhir cerita Letnan Mas yang tak lain adalah Syamsul Bahri tewas di pedang diujung pedang, bersamaan dengan Datuk Maringgih juga roboh terkena tembakan Letnan Mas. Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada kawin paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri, selain berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut panjang bak mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah Mamak Siti Nurbaya. Setelah menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri melanjutkan sekolah calon Dokter di pulau Jawa untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Di Taman – Sore Hari……………………… Siti Nurbaya Kemana ya uda syamsul, kita kan sudah membuat janji di sini.. sambil menengong kanan kiri Syamsul Adhinda ku Siti Nurbaya… Siti Nurbaya Akhirnya uda datang juga, ada apa uda ingin bertemu dengan ku ? Syamsul Kamu tau kan ? Setelah aku selesai sekolah di sini, aku akan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah ku ? Siti Nurbaya Tentu saja aku tau, aku sangat sedih mendengar itu uda, tapi demi kebaikan mu aku akan bertahan untuk menunggu kembali nya dirimu… Syamsul Aku hanya pergi tuk Sementara, bukan tuk meninggalkan mu selamanya. Aku pasti kan kembali pada dirimu, tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali… Siti Nurbaya Alangkah senang hatiku, bila ku dekat denganmu, alangkah senang hatiku, sayangku hanya untukmu… Syamsul Dhinda, 1 minggu lagi aku akan mendapatkan Rapot ku, dan kemungkinan 1 minggu kedepannya aku akan berangkat ke Jakarta jika nilai ku memuaskan… Siti Nurbaya Santai aja uda, aku pasti nungguin kamu kok, 2 minggu lagi kan ? sip sip… Syamsul Terimakasih ya Dhinda atas pengertian mu… Siti Nurbaya Mengangguk 1 Minggu kemudian di rumah Siti Nurbaya, hanya kesedihan yang dia rasakan karena pujaan hati nya akan meninggalkan dirinya dalam jangka waktu yang cukup panjang… Siti Nurbaya Kenapa ya ? uda Syamsul harus kuliah di Jakarta ? Kenapa tidak di Padang saja ?? Narator Tanpa di sadari Siti Nurbaya, Uda Syamsul mengintip dari jendela… Syamsul Oohh maaf, maafkan diriku, yang telah membuat, hatimu terluka, hanya kau cintaku, ku tak pernah fakir, tuk pergi darimu, walau hanya, sekejap saja… Siti Nurbaya Uda… Coba kau pikirkan, coba kau renungkan, apa yang kau inginkan telah aku lakukan, coba kau katakana apa yang kau inginkan… Syamsul Aku ingin engkau slalu, hadir dan temani aku, di setiap langkah, yang meyakiniku, kau tercipta untukku, sepanjang hidupku… Siti Nurbaya Aduuh uda Syamsul, so sweeet… Syamsul Ah dhinda bisa saja, maaf ya uda ngintip gak bilang bilang sama dhinda… Siti Nurbaya Mana ada ngintip bilang bilang ? Syamsul Hehehe, yaudah Uda pulang dulu ya dhinda, see you.. Siti Nurbaya See you.. Akhirnya, minggu yang tidap di harapkan datang, minggu pembagian rapot… Di Taman Sore Hari… Siti Nurbaya Hari ini pembagian Rapot uda Syamsul, dan kita sudah berjanji di sini,Huuuffhh… aku deg deg`an banget nih… Syamsul Dhindaaa… duduk sebelah Siti Siti Nurbaya Uda, senang sekali wajah nya, coba coba liat Rapot nya.. melihat Rapot waaahhh bagus sekali… Syamsul Yo`i Laahhh.. Uda GettoCh !! Siti Nurbaya Berarti, uda jadi pergi ke Jakarta ?? Syamsul Jadi donk ahh.. udah gak sabar nih… Siti Nurbaya Hanya tersenyum Syamsul Dhinda, aku ingin bertanya, sebelum aku pergi, aku penasaran sekali, dari pada nanti aku jadi setan penasaran… Siti Nurbaya Waduh ? Apa tuh ? Syamsul Why… Do you love me ?? So Sweet… And Tenderly ?? Siti Nurbaya Takdir bang ! Syamsul Wew ??! Jawaban yang tidak di harapkan… Siti Nurbaya Hehehe… Syamsul Besok pagi aku akan pergi ke Jakarta… Siti Nurbaya Cepat sekali uda ? Syamsul Biar lebih cepat kembali nya juga, hehehe… Siti Nurbaya Besok pagi kita bertemu di Teluk Bayur ya uda, aku ingin mengantarmu… Syamsul Oke dhinda… Yuk uda antar pulang… Keesokan hari nya di Teluk Bayur… Siti Nurbaya Aahh masa aku duluan yang sampe, dasar pemalas… Syamsul Haloo dhinda… Siti Nurbaya Dasar pemalas, dia uang mau pergi aku yang nyampe duluan… Syamsul Santai… Siti Nurbaya Bagaimana uda ? Apakah sudah siap semua ? Syamsul Udah donk, tinggal menunggu keberangkatan saja dhinda… Siti Nurbaya Memang jam berapa berangkat nya ?? Syamsul Jam Siti Nurbaya Melihat Jam Sekarang kan jam 15menit lagi berarti ya uda ? Syamsul Iya dhindaqu sayang… Siti Nurbaya Uda, Bawa daku pergi, saat kau kembali, bawa daku pergi, bersamamu… Syamsul Siti, jangan menangis, hapus air mata, di wajah cantikmu, Siti kepergian ku takkan lama… Siti Nurbaya Iya uda sayang, Tak Ada Yang Akan Bisa, Meruntuhkan NiatkuTuk Bertemu Memeluk Dan Menyanding, Meski Surya MembenamkanTubuhku Di Lautan, Kutunggu Sampai Samudra . Syamsul Sungguh setia nya pujaan hati uda ini.. Siti Nurbaya Tersipu Malu Syamsul Yasudah, uda berangkat dulu ya Dhinda qu tercinta… Siti Nurbaya Iyah.. Hati hati ya Uda ku sayang… Cium Tangan dan Sama sama melambaikan tangan Tahun berlalu musim berganti.. Siti Nurbaya Surat doank ? gak ngelepas kangen, makin jadi iya, huuuh… Semua kata rindumu semakin membuatku Tak berdaya,Menahan rasa ingin jumpa Percayalah padaku akupun rindu kamu, Ku akan pulang… Melepas semua kerinduan Yang terpendam… Musibah datang mendera keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami kebangkrutan, hingga jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit. Beliau akhirnya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan suka beristri banyak bernama Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya bertumpuk dan berbunga pada Datuk Maringgih. Sulaiman Uhuk uhuk uhukk… saayyang… bagaimana kita sekarang inii ?? Hutang kita sudah banyak sekali kepada datuk maringgih… Adooo sayaang,,si gendut laknat itu ? biarkan sajalah… nanti kalau kita mati kita tidak perlu bayar hutang lagi kan… bunuh diri yuk yuk… Sulaiman Bunuh diri tidak menyelesaikan masalah. Hmmm,dosa ya sayang ?? Sulaiman Ya iyalahh sayangg… Ooo… Sulaiman Uuhh,,udah tua masih aja nge`gemesin !! Meleet Sulaiman Sudah sudah… Kemana anak kita ? Lagi nyapu noh di depan… Sulaiman Ooo yasudah… Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman yang sedang sakit untuk menagih piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona melihat kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman untuk menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti Nurbaya tak sanggup untuk membayar hutangnya. Maringgih Hey kau ! Kesini ! Aku ingin menagih hutang ku pada si sulaiman itu ! Cepat kamu dampingi saya kesana ! Pesuruh Oke Tuk… Narator Singkat cerita Maringgih Wala Dalaa…. Ayu tenan rekkk… Pesuruh Tuk !! Ente orang Padang apa Jawa ?? Maringgih Bawel lu !! Pesuruh Ingin Jitak Dari Belakang Maringgih Terpesona, Ku pada pandangan pertama, dan tak kuasa menahan rinduku ,Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku, Ingin ku peluk dan ku kucup keningmu, Oh indahnya, Kini ku rasakan, Getaran cinta dalam dada, Ku ingin bersama, Untuk selamanya… Pesuruh Joget Joget Maringgih Heh !! Ngapain kamu joget joget ?? Pesuruh Terbawa suasana Tuk !! Maringgih Tak Tuk Tak Tuk ! Jidat mu !! Maringgih Akan ku nikahkan dia !! Jika tidak bisa !! Jangan panggil aku “ DATUk MARINGGIH “ !! Pesuruh Caranya ? Maringgih Easy coy !! Mari kita masuk ke dalam… berjalan beberapa langkah Maringgih Haiii cantikk… mwaaachh… Siti Nurbaya NAJIZ !! Brrrr… Maringgih Sombong sekalii… Siti Nurbaya Bodo !!! Cuih !! Maringgih Awas kao !! Masuk ke Dalam Rumah Maringgih Sulaimaaaaaaaan !! Cepat kesini kamu !! dengan raut muka marah Berisiiikkk tau gak lo !! Maringgih Berbicara kepada pesuruh Buset ngeri amat nih nenek nenek… Maringgih Mana Sulaiman ?? Sulaiman Apooo datuk ?? Maringgih Mana hutang mu ?? Aku ingin sekarang di bayar !! Tidak mau tahu bagaimanapun caranya !! Sulaiman Mana bisa aku bayar begitu banyak dengan cepat ? Maringgih Aku tidak mau tau !! Bunuh diri aja yuk sayang… Sulaiman Yuukk… Maringgih Lah lah lah ?? Aku berikan Tawaran !! Sulaiman Apa itu ? Maringgih Kawinkan anak mu dengan ku !! Maka semua hutang mu akan “ LUNAS “ !! Sulaiman Apakah anak ku mau dengan orang tua seperti mu ?? Lagi pula dia sudah punya kekasih yang bernama Syamsul Bahri Betoul itu.. mana mauu dia dengan orang sepertimu genduutt… Maringgih Kuurrraaannggg ajjjiiiiiaaarrrrrr !!!!!!!!!!!! Pokok nya besok mau tidak mau anak mu harus menikah dengan ku !! TITIKKK !!!!!!!! Ayo Kita pergi !!!! Terjadilah perdebatan anatara Baginda Sulaiman, Nyonya Sulaiman dan Siti Nurbaya… Sulaiman Sayang, panggil Siti kesini dong… Sitiiiiiiiiiii !!!!!!!!!!!!! Sulaiman Berisiiikk gak bisa pelan pelan apa ?! Bawel dehh.. Siti Nurbaya Ya Ayah ? Ibu ? Sulaiman Kami ingin meminta tolong kepadamu, demi kelangsungan hidup kami… Siti Nurbaya Selama siti bisa, pasti siti lakuin… Sulaiman Kamu menikah dengan Datuk Maringgih… Siti Nurbaya APAAAAAAAAAAAA ………… ???????? Wajah kaget Lebay tau gk… Siti Nurbaya Tapi ayah, aku sudah mempunyai calon, yaitu Syamsul Bahri, orang yang paling aku cinta… Sulaiman Tapi ini demi kami semua, kami juga tidak mau kamu menikah dengan datuk maringgih, tapi apa yang bisa ayah perbuat? Siti, ini permohonan terakhir ayah dan ibu… Siti Nurbaya Huuuffh… baiklah aku mau… Dengan hati yang sangat tersiksa, akhirnya Siti Nurbaya pun menerima nya, dan terjadilah hari lamaran itu… Maringgih Akhirnya… biarkan hutang itu lunas, asalkan aku bisa memiliki Siti Nurbaya, Hahahahaha…. Maringgih Jangan jangan kau menolak cintaku, Jangan jangan kau ragukan hatiku ,Ku kan slalu setia menunggu, untuk menjadi suami mu… Namun kabar tersebut sampai ke telinga Syamsul Bahri, hatinya sangat sedih dan mencoba bunuh diri. Di Kostan Syamsul Bahri Syamsul Hancur hatiku mengenang dikau, menjadi keping-keping setelah kau pergi ,tinggalkan kasih sayang yang pernah singgah antara kita, masihkah ada sayang itu… Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya Syamsul Dimanakah Siti Nurbaya sekarang ? Aku ingin sekali bertemu dengannya, aku ingin penjelasan se jelas jelas nya dari dia… Berjalan 2 – 3 langkah Siti Nurbaya Sedang berdiri tidak jelas Syamsul Sepertinya aku kenal dengan perempuan cantik itu… berjalan 1 langkah Nurbaya ! Itu Siti Nurbaya ! Menyapa Siti Nurbaya Siti kamu Siti kan ?? Siti Nurbaya ?? Siti Nurbaya ???? Iya aku Siti Nurbaya… Ada apa ? Syamsul Aduh sombong nya kamu… kamu tidak ingat aku ?? Siti Nurbaya Hahhh ?? Wajah Bingung Syamsul Semua kata rindu mu semakin membuat ku tak berdaya… Siti Nurbaya Itu kan surat 1 tahun lalu yang aku kirimkan kepada Uda Syamsul, Berarti kamu ? Syamsul Yo`I lahh… Siti Nurbaya Uda ?? Waaaa…. Senang sekali aku bertemu dengan mu kembalii… Syamsul Aku juga Sitii… Hahahahaha… Siti Nurbaya Tapii… Syamsul Aku tahu kok, kamu menikah dengan rentenir gendut itu, bagaimana bisa kamu menikah dengan rentenir gendut itu ? Siti Nurbaya Ayah ku bangkrut dan akhirnya berhutang kepada datuk maringgih, dan akhirnya berbunga dan berbunga, karena tidak bisa bayar, aku di paksa menikah oleh datuk maringgih… Syamsul Sungguh laknat orang gendut itu ! Siti Nurbaya Maafkan aku uda, aku tidak bisa berbuat apa apa… Syamsul Tenang Siti, aku akan membalas si gendut itu ! Aku janji !! Siti Nurbaya Tapi… Bagaimana caranya ?? Syamsul Easy… Siti Nurbaya Yasudah aku harus segera kembali pulang, agar dia tidak marah marah dengan ku lagi… Syamsul Hati hati siti… Tanpa di sadari… datuk maringgih yang mendengar pembicaraan itu, langsung naik Pitam ! Datuk maringgih berniat mengusir syamsul bahri dari Padang ! Dia menyebar fitnah melalui istri tua nya… Maringgih Kurrang ajar !! Istri Tua Aduuuuuuhhh !! Ada apa sih berisik banget… gk tau apa mama lagi Medi Pedi ?? Maringgih Mah, kurrang ajar si Siti itu, dia berani berani nya bertemu dengan si Syamsul lagi, dan si syamsul berencana untuk membalas ku !! Istri Tua Ahh itu mah urusan mudah papii… lihat aksi istri mu ini… Tersebarlah gosiip kalau Syamsul telah memperkosa Istri Tua datuk maringgih…. Sehingga Syamsul di usir oleh kedua Orang Tua nya…. Syamsul Ayaahh ibuu.. ini pesanan makanan pesanan kalian… Mahmud JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN AYAH !!! KAU BUKAN ANAK KU !!! Ayah sabar ayah… Mahmud Aku tidak punya anak yang seperti ini ! Anak tidak bermoral tidak berpendidikan ! Percuma aku membiayai nya mahal mahal ! Anak DURHAKA !! Pergi Kamu !! PERGIII !!! Jangan ayah.. kasian syamsul, tolong ayah, kasih dia untuk memberikan penjelasan… Mahmud Penjelasan ?? Tidak BUTUH !!! Mau di taro mana Muka ayah ??? Ya di kepala masa di jidat ? AYolah ayah berikan dia kesempatan lagii… kesempatan untuk menjelaskan saja… Mahmud Tidak perlu ! PERGI KAMU ! PERGI !!! Syamsul bahri tidak sempat berkata apapun, hanya kesedihan yang di rasa, dan dia kembali pergi ke Jakarta… Dia menyamar sebagai Letnan Mas !! Di saat Syamsul Bahri masih di Jakarta, Datuk maringgih menjadi sangat benci kepada Siti Nurbaya dan dia memikirkan bagaimana cara membunuh Siti Nurbaya… Maringgih Apa yang harus aku lakukan agar bisa membunuh Siti Nurbaya itu… Istri Tua Racunin aja, ribet amat… Maringgih Racun ? Tpi bagaimana cara kita memberikannya ? Istri Tua Coba kita pikirkan sejenak… Istri Tua Ahaaaaaaaaaaaa !!!! Kita racunin saja dengan air minum… Maringgih Sepertinya kurang ampuh kalau kita suguhkan minuman, dia pasti berpikir yang aneh aneh… Istri Tua Benar juga ya… Maringgih Lebih baik kita racuni lemang dan di berikan ke siti nurbaya melalui si jidat itu… Istri Tua Benar juga itu, hahaha… mari kita lakukan secepatnya… Narator Dengan cepat Datuk Maringgih dan Istri Tua nya membeli lemang dan di berikan racun… Maringgih Budaaaaaaakk !! Cepat kesini kamu !! Pesuruh Ya tuk ?? Maringgih Tolong berikan ini kepada Siti Nurbaya, bilang ini pemberian dari sulaiman… Pesuruh Siap Tuk Laksanakan… Jalan lah sang pesuruh ke Tempat Siti Nurbaya beristirahat setelah seharian di suruh membersihkan rumah… Pesuruh Permisi sitii… ada kiriman lemang dari ayahmu… Siti Nurbaya Ohh.. iya terimakasih yahh… Pesuruh Sama sama pergi untuk mengintip apakah siti sudah memakan itu atau belum Siti Nurbaya Apakah ini benar benar dari ayah ? Huuufh… Pesuruh Lama amat sih nga di makan makan… Siti Nurbaya Baiklah aku makan, aku tidak boleh berburuk sangka… memakan lemang itu Pesuruh Akhirnya di makann… sekarang aku bisa pergi… Akhirnya… termakanlah lemang itu, dan tak lama kemudian sampailah ajal nya… Pesuruh Tuuukkkkk… Lemang itu sudah di makan oleh Siti Nurbaya… Maringgih Bagus… Hahahaha… Tinggal kita tunggu saja, kapan ada kabar bahwa Siti Nurbaya telah meninggal… Akhirnya pengumuman bahwa Siti Nurbaya telah meninggal di sebarkan, dan sampai lagi ke telinga Syamsul Bahri yang sekarang namanya menjadi Letnan Mas ! Semakin menjadi Amarah Syamsul Bahri terhadap Datuk Maringgih… Syamsul Akan kubunuh dia ! Akan kubunuh ! Itu Janji ku ! Nasib baik untuk Syamsul Bahri, Saat tragedy Balesting Saudagar-saudagar pribumi yang tidak mau membayar upeti/pajak dibawah pimpinan Datuk Mariggih, dikirimlah Letnan Mas oleh Kompeni ke Padang untuk menumpas para pembangkang balesting. Syamsul Akhirnya kita bertemu Gendut ! Maringgih Kurang ajar, aku akan memberi mu pelajaran ! Syamsul Jangan banyak bicara mari kita mulai saja !! Terjadilah peperangan satu lawan satu antara Letnan Mas dengan Datuk Maringgih. Akhir cerita Letnan Mas yang tak lain adalah Syamsul Bahri tewas di pedang diujung pedang, bersamaan dengan Datuk Maringgih juga roboh terkena tembakan Letnan Mas. sumber
NASKAH DRAMA I KUTIPAN NOVEL “SANG PEMIMPI” ADEGAN 1 Suatu hari di rumah mungil pinggir jalan yang sepi, seorang tukang pos berhenti di depan rumah mungil itu lalu mengetuk pintu. Seorang wanita usia lima puluhan membuka pintu dan menyambut tamunya dengan ramah. Tukang Pos turun dari sepeda tua dan mengambil satu amplop, lalu berjalan ke sebuah rumah, dan mengetuk pintu Tok... Tok... tok... Ibu membuka pintu Mari... mari Pak silakan masuk tersenyum ramah. Tukang pos Terimakasih, Mak Cik. Tidak usah, saya hanya mengantarkan surat undangan ini dari SMA Negeri Bukan Main menyerahkan sebuah amplop. Ibu Surat apa ya, Pak.? penasaran. Tukang Pos Wah saya kurang tau, Mak Cik. Saya hanya mengantarkan surat untuk banyak orangtua siswa. Silakan tanda tangan di sini, sebagai bukti penerimaan kiriman surat sambil menyodorkan selembar kertas dan pulpen. Ibu Baik, baik. Terimakaasih ya Pak sambil menandatangani selembar kertas itu Tukan Pos Sama-sama, Mak Cik. Baiklah, saya permisi dulu, masih banyak surat yang harus saya antar melipat kertas itu da memasukkan ke dalam tas Ibu Iya, silakan Pak. Sekali lagi terimakasih. Tukang Pos Melambaikan tangan sambil menaiki sepeda tuanya. Ibu itu masuk ke dalam rumah dan mencari suaminya dengan hati berdebar-debar ingin segera membuka surat undangan dari sekolah kedua anaknya. Sang ayah tak bisa membaca surat yang bertuliskan huruf itu. Lalu Ibu membacakan surat itu. Ibu Pak, pak.. ini ada surat dari sekolah Arai dan Ikal menjulurkan surat itu pada suaminya Ayah Surat apa ini, Bu. Tolong bacakan berbicara dengan pelan dan penuh penasaran, membuka amplop dan balik menyodorkan surat itu pada Ibu. Ibu membaca surat Surat undangan penerimaan rapor untuk Arai dan Ikal, Pak. Lihat menunjukkan dangan telunjuk tempat duduknya ada di depan, berarti anak-anak kita pintar, Pak tersenyum lebar dan bahagia. Ayah Ooh, Iyakah...tersenyum bahagia. ADEGAN 2 Menurut ayahku, hari pembagian raporku adalah hari besar bagi beliau. Terbukti bahwa ayahku mengambil cuti dua hari dari menyekop xenotim di intalansi pencucian timah. Seperti rutinitas sehari-harinya, pagi itu Ibu menyiapkan sarapan pagi dan bersih-bersih rumah. Ia cukup heran mengapa ayah tak beranjak bersiap-siap pergi bekerja di PN Timah. Ibu Ini sarapan sudah siap. Kenapa ayah ini tak lekas siap-siap pergi bekerja? Ayah duduk Hari ini dan besok ayah tidak pergi bekerja. Kemarin ayah sudah ambil cuti buat pengambilan rapor Ikal dan Arai menoleh ke arah ibu. Usai sarapan pagi, Ayah menyiapkan berbagai keperluan yang akan ia gunakan di hari pemberian rapor itu. Ia mengeluarkan sepatu kulit buaya bermerek Angkasa dan ikat pinggang plastik bermotif ular ia semir lalu di jemur bersama kaus kaki sepak bola berwarna hijau itu. Lalu ia menuntun keluar sepeda Rally Robinson made in England-nya untuk diteliti dan dilap dengan semir buatannya sendiri. Ibu Tak perlulah Bapak, siapakan itu semua sendiri. Ibu bisa kerjakan semua itu berhenti dari kerjaannya lalu mendekat ke arah ayah Ayah Tak usah, tidak apa-apa sambil mengelap sepeda dengan teiti Ibu Ah, kau ini sudah berapa lama barang-barangmu itu kau simpan. Dan, hanya kau pakai saat-saat tertentu saja. Ayah tersenyum Terakhir, ayah juga mengeluarkan busana terbaiknya yaitu baju safari empat saku yang mempunyai nilai historis baginya. - Flashback di mulai ADEGAN 3 Siang itu ayah pulang lebih awal, karena pada hari itu adalah hari pengangkatan para tenaga langkong menjadi pegawai tetap. Bonusnya adalah kain putih kasar bergaris hitam. Oleh ibuku kain itu dijadikan lima potong celana dan baju safari. Ayah Ikal, bawakan kain ini pada ibumu, sekarang ayah sudah jadi pegawai tetap. Ikal Hoi.. ayah kita udah jagi pegawai tetap memegang kain, berlari, dan membawanya kepada ibu. Adik Yee.. senang Selamat Bapak. Ibu memegang kain Wah.. Kain ini nak ibu jadikan baju safari dan celana untuk ayah dan kalian menatap anak-anaknya, tersenyum, lekas beranjak ke mesin jahit dan merancang desain. Hari raya Idul Fitri pun tiba ayah, Ikal, adik laki-lakinya, dan kedua abangnya memakai seragam yaitu baju safari empat saku. Kami silaturrahmi keliling kampung seperti rombongan petugas cacar. Ayah Assalamu’alaykum. Tetangga 1 Wa’alaykum salam, mohon maaf lahir batin, Pak Cik. Tetangga 2 Saya juga, minal aidin wal faidzin, Pak Cik. Wah ini seperti petugas cacar saja, berseragam Ibu Ah, ibu ini ada-ada saja. Ini baju saya yang buat dari bonus pengangkatan pegawai tetap Bapak di PN Timah. Tetangga 1 Wah sudah diangkat? Selamat, Pak Cik. - Flashback berakhir ADEGAN 4 Selesai persiapan di rumah Ayah pergi ke pasar los ikan. Ia hendak memotong rambut dan kumisnya di tempat kawan baiknya, Taikong Hamim. Disana, sedang duduk beberapa orang yang sedang bercengkrama. Taikong Hamim Hai Pak Cik, apa kabar? melihat ke arah Ayah. Ayah tersenyum. Taikong Hamim Jarang-jarang sekali Pak Cik datang kemari. Hendak ada acara apa, Pak Cik? Ayah duduk di depan Taikong Besok, akan mengambil rapor Arai dan Ikal... memperlihatkan amplop undangan. Taikong Hamim Oh, si Kancil Keriting itu, Pak Cik? Bapak 1 Wah... pandai betul anak kau Pak Cik. Bapak 2 Bener tuh Pak Cik, anak-anak yang masuk SMA itu adalah anak baik-baik. Berarti anak kau bahkan lebih baik dari yang baik-baik, haha tertawa Ayah Hanya mengangguk dan tersenyum. Taikong Hamim menatap Ayah lama. Itulah orang pendiam, kata-katanya ditunggu orang. Sebenarnya, dengan memperlihatkan isi amplop itu ayahku bisa membual sejadi-jadinya. Tapi bagi ayahku, tujuh kata itu “besok, akan mengambil rapor Arai dan Ikal”, yang hanya terdiri atas tiga puluh empat karakter itu, sudah cukup. ADEGAN 4 Pagi itu hari Senin, seperti biasanya Pak Mustar memberikan amanat saat upacara berlangsung. Murid-murid berbaris rapi sambil mendengarkan kata-kata Pak Mustar. Pak Mustar berdiri sambil memegang mikrofon Anak-anak, surat undangan sudah di kirim ke orang tua kalian. Semoga mereka tidak dibuat malu oleh kalian saat pembagian rapor nanti. diam sejenak. Pak Mustar melanjutkan Saya akan tata kursi duduk untuk orang tua kalian berdasarkan rangking dan prestasi yang kalian buat selama satu semester ini. Agar kalian jeli dan nantinya kalian harus berusaha untuk membuat bangga bagi orang tua kalian. Arai berbisik Boi, Aku yakin ayah kau tak akan kecewa. Selama ini kita sudah belajar keras tuk dapatkan nilai yang terbaik. Tenanglah kau, Kal melirik ke arah Ikal di sampingnya. Ikal Betul kau, Rai tersenyum, tanda menyetujui pendapat Arai. Murid 1 Ssssttt... janganlah keras-keras, nanti kalau ketahuan Pak Mustar atau guru lainnya. Bisa kena hukuman kalian bicara lirih. Ikal, Arai mengangguk-angguk. ADEGAN 5 Suami istri itu bangun pukul tiga pagi. Ibuku menyalakan arang dalam setrikanya, mengipas-ngipasnya dan dengan gesit memercikkan air pandan dan bunga kenanga. Sedangkan Ayah kembali melakukan pengecekan pada sepedanya untuk sebuah perjalanan jauh yang sangat penting. Ibu Pak, itu sarapan juga sudah siap. Bajunya juga sedang saya siapkan memercikkan air ke baju dan menyetrikanya Ayah Sebentar, Bu. Ayah sedang mengecek sepeda ini mengeluarkan sepeda dari dalam rumah, lalu mengecek, dan mengelapnya sebentar. Ayahku adalah ayah nomor satu sedunia. Safari empat kantong itu adalah baju istimewa Ayah. Hanya dipakai ketika ada peristiwa yang istimewa baginya, termasuk hari pengambilan rapor aku dan Arai. Usai shalat subuh ayahku siap berangkat. Beliau akan bersepeda ke Magai ke SMA Negeri Bukan Main, 30 kilometer jauhnya. Ayah menuntun sepeda Saya nak berangkat dulu. Ibu menyampirkan karung timah di sepeda ayah Hati-hati di jalan senyum. Ayah Baik, assalamu’alaykum menaiki sepeda lalu pergi. ADEGAN 6 Pagi-pagi di aula sudah berjajaran kursi yang ditata oleh Pak Mustar dan penjaga sekolah dengan rapi. Para orang tua dan wali pun mulai berdatangan. Pak Mustar menjejer sepuluh kursi khusus di depan. Di sanalah berhak duduk para orang tua yang anaknya meraih prestasi sepuluh besar. Pak Mustar Sepuluh terbaik itu adalah anak-anak Melayu avant grade, garda depan berkata dengan bangga dan tegas. Hadirin Bertepuk tangan. Pak Mustar Baiklah Bapak-Ibu sekalian untuk pengambilan rapor selanjutnya akan saya panggil nama anak bapak-ibu. Berikut akan saya panggil dulu anak-anak Melayu yang berprestasi masuk sepuluh besar SMA Negeri Bukan Main. Pak Mustar Yang pertama diraih oleh Zakiah Nurmala sambil membawa buku rapor dan memberikannya kepada wali yang kedua ..., ketiga Muhammad Haikal, yang keempat ..., yang kelima Arai... Ayah tersenyum bangga, lalu berdiri, berjalan menuju podium dan menerima buku rapor Pak Mustar Selamat Bapak, anak Anda berprestasi. Pak Balia Selamat, Pak. Ikal dan Arai adalah anak berbakat. Pesankan pada pada mereka, tetap rajin-rajinlah belajar. tersenyum sambil menyalami Ayah. Ayah Mengangguk-angguk. Terima kasih tersenyum sambil menyalamu Pak Mustar dan Pak Balia. ADEGAN 7 Semester pertama, rangkingku dan Arai tidaklah buruk namun itu mengejutkan bagi kami. Aku rangking lima, Arai rangking tujuh. Sedangkan kawan kami Jimbron berada di posisi tujuh puluh delapan dari 160 siswa kelas sepuluh di SMA Negeri Bukan Main. Usai pembagian rapor para orang tua atau walinya menemui anak-anak mereka. Termasuk Jimbron, meskipun kedua orang tuanya sudah meninggal, tetapi ia memiliki paman seperti Pendeta Giovani yang baik. Jimbron Paman, ma..ma af kan saya. Ji.. jika hasilnya ku..kurang baik menunduk, berkata gagap. Pendeta Gio Jimbron, tidak apa-apa, kamu anak yang baik. Tetap rajin belajar dan kerja keras. Supaya ayah dan ibu kau merasa senang di sana. Bicara pelan, sambil menepuk pundak Jimbron. Jimbron Mengangguk-angguk, lalu pergi mendekat ke Ikal dan Arai. Arai, Ikal, dan Jimbron berdiri sejajar. Orang orang berlalu lalang, diantaranya banyak yang mengucapkan selamata pada Arai dan Ikal. Arai Hei, kalian nak cepat-cepat pulang? Murid 2 Hei, iya. Kau hebat selamat ya. Murid 3 Iya, kau Ikal hebat sekali masuk tiga besar dan kau Arai masuk sepuluh besar. Hei, menepuk pundak Jimbron kau Jimbro, kau kawan paling hebat dari di sekolah ini... haha tertawa bercanda. Jimbron senyum Te.. Trimakasih. Semua tertawa bersama Memang, biasanya acara pembagian rapor akan berakhir dengan maki-makian kasar orang tua pada anak-anaknya di bawah jajaran pohon bungur di depan aula tadi. Tapi Ayah menemui Ikal dan Arai yang sedari tadi menunggu dekat parkiran tempat ayah memarkirkan sepeda dengan tersenyum dan tidak banyak kata. Ayah Berjalan pelan tersenyum menatap Ikal dan Arai. Ikal dan Arai Berdiri, tersenyum, menyalami dan mencium tangan Ayah. Ayah Diam, menatap satu per satu Ikal dan Arai. Lalu menepuk pundak Ikal, mengelus rambut Arai, dan senyum kepada Jimbron. Ayah Assalamu’alaykum pergi, lalu mengambil sepeda. Ikal, Arai, Jimbron Wa’alaykum salam. Ikal Menatap ayah pergi. Cuma kata itu, cuma senyum itu. Ayahku tetap terdiam dengan senyumnya. Tapi ia adalah ayah juara satu buat aku. -TAMAT- ================================================================================= NASKAH DRAMA II "SITI NURBAYA" BABAK I Di taman yang indah dipenuhi rumput nan hijau serta bunga bunga yang bemekaran terlihat sepasang kekasih yang sedang memadu cinta Syamsul bahri “ Siti “ panggil samsul sambil menyembunyikan sebuah hadiah di tangannya Siti nurbaya “ iya ada apa uda “ sambil menoleh ke arah samsul Syamsul bahri “ ini untuk mu siti “ sambil menyerahkan hadiah yg sedari tadi di pegannya Siti nurbaya “ ini apa uda ? “ bingung Syamsul bahri “ buka saja siti, pasti kau akan tau isi dari hadiah itu “ tersenyum Siti nurbaya “baiklah aku akan membukannya membuka hadiah wahhh , uda kalung ini sangat cantik tersenyum Syamsul bahri “ iya kalung itu sangat cocok untuk mu sini biar aku pakaikan di leher mu ! “ mengambil kalung dan memakaikannya di leher siti Siti nurbaya “ iya uda menganggukan kepalanya Syamsul bahri “ sebenarnnya siti aku sudah memendam rasa kepadamu sejak lama , tapi aku malu untuk mengungkapkannya , jadi apakah kamu mau menjadi kekasih ku menatap mata siti sambil memegang tangan siti Siti nurbaya “ sebenarnya aku juga sudah mencintaimu sejak lama , dan aku mau mau menjadi kekasih mu tersipu malu Syamsul bahri “ benarkah itu siti ? “ terkejut Siti nurbaya “ itu benar uda ,aku sangat mencintaimu “ memeluk syamsul BABAK II Saat sore hari di taman terlihat seorang wanita yang tampak sedang menunggu kekasihnya datang Siti nurbaya “ kemana ya uda syamsul dari tadi aku tunggu dia tidak datang kesini juga ? “ cemas Syamsul bahri “ siti “ panggilnya yang membuat siti terkejut Siti nurbaya “ uda terkejut kau kemana saja dari tadi aku menunggu kau disini tapi kau tak datang datang kesal Syamsul bahri “ maafkan aku siti , tadi aku ada urusan sebentar jadi aku terlambat datang kesini merasa bersalah Siti nurbaya “ iya tidak apa apa uda aku mengerti kok “ tersenyum Syamsul bahri “ syukurlah kalau kau mengerti “ tersenyum Siti nurbaya “ oh iya uda ,kenapa uda meminta ku datang kesini apa ada masalah ? “ bingung Syamsul bahri “ sebenarnya siti aku harus melanjutkan sekolah ku di Jakarta “ menundukan kepalanya Siti nurbaya “ apa terkejut jadi uda akan melanjutkan sekolah di Jakarta dan meniggalkan aku sendirian disini ? “ sedih Syamsul bahri “ maafkan aku siti aku harus melanjutkan sekolah ku di Jakarta , tapi aku akan sering mengirimi mu surat agar kita bisasaling berkomunikasi “ memegang tangan siti Siti nurbaya “ baiklah uda kalau itu sudah keputusan uda aku tidak bisa menolaknya” sedih Syamsul bahri “ siti kau jangan bersedih aku akan selalu mengirimimu surat agar kita bisa saling bercerita satu sama lain menatap siti Siti nurbaya “ baiklah uda aku tidak akan bersedih lagi , tapi jaga baik baik diri uda disana ! “memegang tangan syamsul Syamsul bahri “ aku akan menjaga diri ku siti agar aku bisa segera menyelesaikan sekolah ku ini dan pulang ke sini untuk bertemu kau siti “ tersenyum Siti nurbaya “ aku akan selalu mendoakan mu uda agar kau bisa cepat menyelesaikan sekolah mu dan aku akan menuggu mu disini “ ternyum Syamsul bahri “ aku mencintai mu siti “ mencium kening siti Siti nurbaya “ aku juga mencintai mu uda” memeluk erat syamsul BABAK III Di rumah yang besar dan megah terlihat sesosok lelaki tua yang sedang kesal Datuk maringgih “ aku sesungguhnya tidak senang melihat usaha makin hari semakin bertambah maju , aku akan menghancurkan dan membuat usahannya bangkrut. pengawal pengawal teriaknya Pengawal “ ada apa tuan memanggil saya “ jawabnya Datuk maringgih “ aku punnya perkerjaan yang penting untuk mu “ Pengawal “ perkerjaan apa tuan “ Datuk maringgih “ kamu harus membakar tokok sulaiman beserta isinnya samapai tidak ada yang tersisa ! “ Pengawal “ tapiii tuannn “ Datuk maringgih “ sudah tiada ada tapi tapian lagi , bentaknya kalau kau berhasil mengerjakan pekerjaan ini kau akan mendapatkan imbalan dari ku “ Pengawal “ baik tuan saya akan akan melaksanakan perintah tuan “ berjalan meniggalkan datuk maringgih Datuk maringgih “ hahahahahaha “ tertawa BABAK IV di rumah kosong terlihat dua orang lelaki sedang berbincang tentang sesuatu yang penting Datuk maringgih “ apa kau sudah melasanakan perkerjakan yang ku berikan ? “ Pengawal “ iya tuan aku sudah menyelesaikan perkerjaan yang tuan berikan aku sudah membakar habis toko baginda sulaiman “ jawabnya Datuk maringgih “ bagus kalau begitu , sebagai ganntinnya aku akan memberimu imbalan “ menyerahkan sekantong emas Pengawal “ terima kasih tuan “ mengambil katong emas BABAK V di ruang tamu terlihat seperangkat kursi yang tertata rapi Baginda sulaimam “ tok tok tok tok …… suara ketukan pintu assalammualaikum “ Datuk maringgih wa’alaikum salam , ooh ternyata kawan lama silahkan masuk “ sambil berjabat tangan Baginda sulaiman “ terima kasih datuk “ duduk Datuk maringgih “ tidak biasannya kau datang berkunjung kesini baginda sulaiman , jadi apa maksud tujuanmu datang berkunjung kesini baginda sulaiman “ Baginda sulaiman “ apa kau tidak mendengar berita tentang toko ku datuk maringgih “ Datuk maringgih “ berita apa baginda sulaiman ? ceritakanlah padaku ! “ Baginda sulaiman “ jadi begini datuk maringgih ada yang sengaja membakar ludes tokoku hingga tidak ada satupun yang tersisa “ Datuk maringgih “ malangnya nasibmu baginda sulaiman “ pura pura bersimpati Baginda sulaiman “ jadi maksudku datang kesini umtuk meminta bantuanmu ? “ Datuk maringgih “ bantuan apa baginda sulaiman “ Baginda sulaiman “ aku ingin meminjam uang padamu rencananya aku akan membuat usaha baru dari uang yang kau berikan datuk maringgih “ Datuk maringgih “ boleh saja baginda sulaiman “ Baginda sulaiman “ terima kasih datuk maringgih “ Datuk maringgih “ tapi ada syaratnya baginda sulaiman “ Baginda sulaima “ apa syarat itu datuk maringgih “ Datuk maringgih “ kau harus melunasi hutang mau dalam jangka waktu tiga bulan aku akan menagih mu kalau sudah tiga bulan . apa kau setuju ? “ Baginda sulaiman “ aku setuju atas persyaratan mu itu datuk maringgih “ Datuk maringgih “ baiklah kalau kau setuju , memangnya berapa uang yang kau butuh kan baginda sulaiman ? “ Baginda sulaiman “ 5 juta “ Datuk maringgih “ apaa 5 juta , baiklah aku akan memberikan uang itu juga sekarang “ menyerahkan uang Baginda sulaiman “ terima kasih datuk maringgih kau sudah mau meminjamkan uang ini padaku “ menerima uang Datuk maringgih “ iya sama sama baginda sulaiman kita kan kawan lamasudah semestinnya kita saling membantukan “ baginda sulaima pun pulang dengan senang hati karena telah mendapatkan pinjamam dari datuk maringgih BABAK VI 3 bulan pun berlalau, di halaman rumah baginda sulaiman terlihat dua pemuda gagah dan satu lelaki tua yang sedang berada di depan pintu rumah baginda sulaiman Datuk maringgih “ cepat ketuk pintunnya “ menyuruh dua pengawalnya Pangawal 1&2 “ baik tuan “ mengetuk pintu rumah baginda sulaiman Tok tok tok tok……………. suara ketukan pintu Baginda sulaiman “ siapa itu yang mengetuk pintu sekencang itu “ bertannya Istri baginda sulaima “ aku juga tidak tau , siapa yang mengetuk pintu itu “ bingung Baginda sulaiman “ coba kau bukankan ! “ Istri sulaiman “ baiklah akan ku bukakan “ menuju pintu Kriett kriettt istri baginda sulaiman membuka pintu Datuk maringgih “ dimana suamimu ? “ marah Istri sulaiman “ ehh datuk silahkan masuk “ Datuk maringgih “ sulaiman sulaiman keluar kamu ! “ berteriak Baginda sulaiman “ ada apa kamu memanggilku ku datuk ? “ Datuk maringgih “ aku ingin menagih hutang mu , hutang sudah jatuh tempo dan kamu harus melunasinyasekarang juga ! “ marah Baginda sulaiman “ tapi , saya belum mempunnyai uang untuk melunasi hutang ku datuk “ sedih Datuk maringgih “ sudah tidak ada tapi tapi an lagi sekarang juga lunasi semua hutang hutang mu pada ku ! “ Baginda sulaiman “ tolong kasih kami waktu 2 minggu lagi datuk sekarang kami belum punnya uang untuk melunasi nya hutang hutang kami datuk saya mohon “ memohon kepada datuk maringgih Datuk maringgih “ sudah tidak ada waktu lagi , cepat kau lunasi hutang hutang mu kalau kau tidak melunasi hutang mu juga sekarang aku akan memenjarakan kau sulaiman ! “ Baginda sulaiman “ tolong jangan lakukan itu datuk “ menyatukan kedua tangannya dan memohon Datuk maringgih “ baiklah aku tidak akan memenjarakan engkau tapi ada syaratnya “ Baginda sulaiaman “ syarat apa itu datuk ? “ Datuk maringgih “ anak mu yaitu siti nurbaya akan ku nikahkan dan menjadi istri ku “ Baginda sulaiman “ apaaa kaget syarat macam apa itu datuk aku tidak akan menikahkan anakku dengan lelaki jahat seperti kau datuk ! “ Datuk maringgih “ apa kau bilang beraninya kau berkata seperti itu kepda ku menampar baginda sulaiman hingga baginda sulaiman jatuh tersungkur Siti nurbaya “ ayahhhhhhh keluar dari kamar dan menghampiri baginda sulaiaman kau tidak apa apa ayah ? “ khawatir Baginda sulaiman “ aku baik baik saja anakku “ Siti nurbaya “ datukk aku mau menjadi istri mu “ berdiri dan menghampiri datuk maringgih Baginda sulaiman “ apa yang kau katakan anakku , aku tidak akan membiarkan mu dinikahi oleh lelaki hidung belang ini ! “ terkejut Siti nurbaya “ tidak apa apa ayah aku akan melakukan apapun yang bisa membuat ayah tidak di penjara “ menoleh kearah baginda sulaiman Baginda sulaiman ” tapiiii anakku aku tidak tega melihat mu dinikahi oleh datuk maringgih “ sedih Siti nurbaya “ tenang saja ayah aku akan baik baik saja “ pura pura tersenyum Datuk maringgih “ bagus lah kalau begitu , aku akan menikahkanmu dalam waktu dekat ini!“ BABAK VII di KUA terlihat siti nurbaya dan datuk maringgih sedang duduk bersama di pelaminan Baginda sulaiman “ saya nikahkan dan kawinkan engkau datuk maringgih dengan anak kandung saya siti nurbaya dengan mas kawinnya emas 10 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai “ memegang tangan datuk maringgih Datuk maringgih “ saya terima nikah dan kawinnya siti nurbaya binti sulaiman dengan mas kawainnya yang tersebut tunai Penghulu ” sah ? “ melihat kekanan kiri Warga “ sahhhhh “ Penghulu “ alhamdullilah “ setelah beberapa saat kemudian datuk maringgih dan istri barunya yaitu siti nurbaya pulang ke rumah datuk maringgih Datuk maringgih “ ayo kita pulang istriku “ sambil menggandeng tangan siti nurbaya Siti nurbaya “ iyo datuk “ menunduk setelah pernikahan hidup siti nurbaya tidaklah bahagia Karena dia selalu diprlakukan kasar oleh datuk maringgih ,akhirnya siti nurbaya mengirim surat untuk syamsul bahri dia menceritkan apapun yang selama ini terjadi BABAK VIII terlihat sesosok wanita yang sedang duduk di bawah pohon yang rindang dengan wajah yang sedih Syamsul bahri menutup mata siti nurbaya Siti nurbaya “ siapa ini “ memegang tangan yang menutup matannya Syamsul bahri “ ayo coba tebak “ Siti nurbaya “ siapa kau ini mikir uda syamsul , benarkah kau ini uda syamsul ? “ mencoba melepaskan tangan yang sedari tadi menutup matanya Syamsul bahri “ kau benar siti aku syamsul kekasihmu “ melepaskan tangannya yang dari tadi menutup mata siti nurbaya Siti nurbaya “ uda syamsul aku sangat merindukan uda syamsul “ memeluk syamsul bahri sambil menangis Syamsul bahri “ iya siti aku juga sangat merindukan kamu siti “ tersenyum Siti nurbaya “ uda kapan uda kembali kesini kenapa uda tidak mengabari siti kalau uda mau kembali pulang ? “ melepaskan pelukannya Syamsul bahri “ maaf kan aku siti karena tidak bisa mengabari kamu , aku membaca surat mu dan langsung pulang ke padang . sebenarnya apa yang terjadi ? “ binngu Siti nurbaya “ aku telah dinikahi oleh datuk maringgih “ menunduk Syamsul bahri “ apaaaaa terkejut kenapacisa seperti itu siti , aku tidak menyangka kalau kau akan menikahi orang lain siti “ kecewa Siti nurbaya “ tenang dulu uda aku bisa menjelaskan semua ini “ Syamsul bahri baiklah aku akan mendengarkan semua penjelasanmu “ Siti nurbaya “ jadi, sebenarnya ayahku telah bangkrut uda karena semua toko ayahku telah terbakar ludes lalu ayahku pun meminta pinjaman kepada datuk maringgih uda tapi karena ayah tidak bisa membayar hutang hutang ayah teranacam di penajara uda oleh karena itu aku bersedia dinikahi oleh datuk maringgih agar hutang hutang ayah dianggap lunasi oleh datuk maringgih uda “ Syamsul bahri “ ohh jadi seperti itu,tenang saja siti aku akan mencari jalan keluarnya “ tersenyum Siti nurbaya “ iya uda “ tersenyum Syamsul bahri “ sudah siti kau jangan menangis lagi nanti bisa bisa cantik mu hilang “ mengusap air mata siti sambil tersenyum ketika syamsul bahri dan siti nurbaya sdang asik saiknya berbincang tiba tiba datuk maringgih datang Datuk maringgih “ sitiiiii apa yang kau lakukan dengan pemuda ini ? “ marah dan menarik tangan siti nurbaya Siti nurbaya “ aku tidak melakuakan apapun dengan uda syamsul datuk “ takut Datuk maringgih “ halahhh kau sudah berani bohong y padaku “ menampar siti nurbaya tetapi tamparannya ditahan oleh syamsul Syamsul bahri “ heiii kau awasss saja sampai berani menyentuh apalagi menyakiti siti akan ku hajar kau ! “ memegang tangan datuk maringgih yang ingin menampar siti nurbaya Datuk maringgih “ ohh kau mau jadi pahlawan kesiangan , terimalah ini ! “ menonjok muka syamsul namun syamsul mengelak sehingga tidak terkena tonjokan datuk maringgih Syamsul bahri “ beraninnya kau ! “ memukul datuk maringgih sampai datuk maringgih jatuh tursungkur kebawah Datuk maringgih “ kau bolehh saja menang kali ini tapi aku akan membalasmu syamsul “ pergi meninggalkan syamsul dan siti nurbaya Siti nurbaya “ bagaiaman ini uda datuk maringgih marah besar kepada uda dan aku “ ketakutan dan khawatir Syamsul bahri “ tenang saja siti kau tidak perlu khawatir ada aku disini “ menenangkan siti nurbaya BABAK XI semetara itu datuk maringgih sedang kesal Datuk maringgih “ aku akan membalasmu syamsul bahri dan siti nurbaya , pangawal pengawal memanggil pengawalnya Pengawal “ iya ada apa tuan ? “ Datuk maringgih “ cepat kau pergi ke rumah sulaiman dan beri tahu sulaima kalau anaknya sedang berpacaran ! “ Pengawal “ baik tuan “ pergi menuju rumah baginda sulaiman Datuk maringgih “ rasakanlah pembalasan ku itu syamsul dan siti , hahahahah “ tawannya dirumah banginda sulaiman terlihat baginda sulaiman sedang membaca Koran sambil menikmati secangkir kopi Pengawal “ baginda sulaiman baginda sulaima “ memanggil Baginda sulaiman “ iya ada kau memanggil ku denagan tergesa gesa seperti itu coba kau duduk dulu mereka berdua pun duduk sekarang ceritakanlah apa yang terjadi ? “ Pengawal “ jadi saya tadi melihat siti nurbaya sedang berpacaran bersama seorang pemuda “ Baginda sulaiman “ apaaaaaaaa, benarkah itu ? “ terkejut Pangawal “iya baginda tadi saya melihatnya berdua dua an dengan sesosok pemuda yang tidak di kenal saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri “ Baginda sulaiman “ aaaakkuuu… memegang dadanya yang dari tadi sakit tak lama kemudian baginda sulaiaman jatuh Pengawal “ baginda sulaiman bangun kau kenapa” khawatir istri baginda sulaiman pun keluar karena melihat baginda sulaiman jatuh Istri sulaiman “ uda bangun uda kau kenapa memeriksa denyut nadi baginda sulaiman inalillai wainalillahi rojiun uda jangan tinggal kan istrimu ini uda “ menangis baginda sulaiman pun meninggal akibat serangan jantung yang dideritannya siti nurbaya pun terpukul atas apa yang telah terjadi sementara itu syamsul bahri kembali ke Jakarta BABAK X Datuk maringgih “ aku mendengar bahwa siti akan pergi ke jakarata dan tinggal bersama syamsul bahri apakah itu benar? “ Pengawal “ itu benar datuk aku telah mendengarnya sendiri dari warga sekitar “ Datuk maringgih “ siall aku tidak akan membiarkan siti nurbaya hidup bahagia bersama syamsul bahri . aku punnya rencana bagaiman kalau kita merancuni siti nurbaya hingga dia mati “ Pangawal “ itu ide baguss tuan “ Datuk maringgih ” baiklah kalau begitu , nanti kau kasih makanan yang beracun ini kepada siti ! “ Pengawal “ baiklah tuan saya akan melaksanakannya “ BABAK XI Pengawal “ tunggu sebentar siti “ Siti nurbaya “ iya ada apa “ menoleh ke sumber suara Pengawal “ ini ada makanan umtukmu siti tadi aku kepasar dan membelikan ini tmtukmu makanlah ini siti ! “ memberikan makanan tersebut Siti nurbaya “ terima kasih , aku akan memakannya “ Pengawal ” iyo sama sama siti “ sesampainya dirumah siti nurbaya pun memakan makanan tersebut Siti nurbaya “ uhhh melelahkan sekali hari ini perutku lapar lagi . oh iy tadi kana da makannya yang diberikan untuk ku aku makan itu saja memakan makanan yang sudah diberi racun kemudian dia terjatuh berapa saat kemudian siti nurbaya pun jatuh dan meniggal dunia , tak lama waktu berselang ibu siti nurbaya dan ibu syamsul pun ikut meniggal dunia semetara itu syamsul bahri yang mendengar kabar buruk itu sempat putus asa tetapi dia tetap menjalani hidupnyadan masuk ke militer BABAK XII pada suatu hari terjadi kerusuhan di padang sehingga syamsul bahri di tugaskan untuk menertibkan kerusuhan tersebut teryatan kerusuhan tersebut di dalangi oleh datuk maringgih di tengah kerusuhan syamsul bahri bertemu lagi dengan datuk maringgih Syamsul bahri “ haiiiiii datuuuk maringgih bagamana kabarmu ? “ memegang pistol Datuk maringgih “ haiii jugaaa kawan lama syamsul bahri “ memegang pendannya Syamsul bahri “ aku di sini untuk membalaskan dendam ku atas semua perbuatamu kepada siti nurbaya ! “ Datuk maringgih “ beranii kau menantangku syamsul , kau ini bukan tandiangan ku syamsul “ Syamsul bahri “ benarkan itu datuk ? “ Datuk maringgih ” terima lah serangan ku ini “ menusuk syamsul bahri dengan pendangnya ternyata pedang datuk maringgih menusuk perut syamsul bahri Syamsul bahri “ ahhhh menahan rasa sakit akuuuuu belum kalah datuk maringgih menembak datuk maringgih dengan pistolnya sebelum dia menghela nafasnya untuk terakhir kalinnya akhirnya syamsul dapat membalaskan dedamnya kepada datuk maringgih yang selama ini sudah ia simpan walaupun dia harus mati bersama datuk maringgih =====TAMAT=====
Uploaded byrica nov 0% found this document useful 1 vote1K views12 pagesDescriptionnaskahCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 1 vote1K views12 pagesNaskah Drama Siti NurbayaUploaded byrica nov DescriptionnaskahFull descriptionJump to Page You are on page 1of 12Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.